My Itikaf Story

Bandung, Ramadhan 1438 H

Well ini kali kedua aku, mungkin bisa juga dikatakan kali ketiga aku beritikaf di masjid Salman ITB. 

Selain karena dekat dengan rumah, lingkungan masjid Salman yang sudah akrab denganku dari mulai aku kecil sangat membuat nyaman. Apalagi jika melihat arsitektur kayunya benar2 membuatku merasa betah serasa di rumah. 

Setiap tahun kulewati kegiatan ini dengan sahabat taatku insyaAllah. Harapanku tahun ini bisa melaksanakannya dengan teman hidupku namun Allah belum mengijinkannya. 

Oke, untuk memulai awalnya sangat berat bagiku. Mengapa tidak, saat2 10 hari terakhir adalah masa yang ramai buka bersama dan aku pun harus lembur di kantor. Tapi alhamdulillah akhirnya aku bisa melangkahkan kaki ke sana dan menghabiskan beberapa malam di mesjid tempat aku mengenal islam.

Well, kegiatan favorite aku di sana ga pernah membuat aku bosan. Terutama qiyamulail. Aku jadi jatuh cinta dengan bacaan quran lagam bayati yang dibacakan oleh Imam kala itu. Apalagi setiap witir selalu ditutup dengan qunut yang sangat menggetarkan hati.

Setiap tahun pasti ramai sekali pesertanya. Baik yang datang dari Bandung atau luar kota. Di malam ke 29 aku berkenalan dengan seorang ibu 4 anak yang berasal dari Cikarang.

Beliau mengkaji di tarbiyah dan punya hobi sama denganku, menulis. Namun pengalaman beliau sangatlah kaya, beliau sudah menerbitkan sebuah buku dan menulis blog sudah jadi pekerjaan sampingannya. Aku pribadi menjadi termotivasi untuk lebih baik lagi. 

Bismillah semoga aku bisa meraih malam lailatul qadar dan menjadi insan yang lebih taqwa. Aamiin

#YaaAllahjauhkanDyahdaripenyakit hatiAamiin

Facebook

Well, setelah satu minggu “menderita” thypus dan harus rawat jalan (alhamdulillah ga di-opname), saya bisa balik lagi beraktivitas. Alhamdulillah.

Yang jelas, saya pribadi sekarang ga akan bahas tentang sakitnya saya.

Baru aja, setelah sekian lama saya ga buka fb, saya buka fb dengan niat tulus untuk ganti kontak handphone karena selalu merasa terganggu dengan banyaknya notifications yang mampir ke sms telepon genggam saya. Aduh! Ternyata setelah saya cek, tidak ada satupun no kontak yang saya masukan, useless. Untuk teman2 yang punya dan tahu caranya kindly share the ways ya. Makasih.

But, bukan itu poin saya di postingan kali ini.

Saya tuh memang orang yang perasa dan sensitive. Saya jarang bahkan hampir ga pernah benci siapapun meskipun saya sering merasa kecewa. Well itu mengapa mungkin ya, kita ga boleh ngarep sama manusia.

Ya, saya kecewa. Baca status FB seorang teman lama, adik kelas saat di universitas dulu. Innalillahi, kecelakaan terbesar dalam hidup seseorang karena kebencian tertanam di hatinya. Back again that everyone can never feel the same way, I understand it well. Tapi untuk seseorang yang pernah mengaku paham agama. Ini terdengar menyedihkan.

Mengapa dia yang dulu pernah mengkaji Islam jadi jauh dari Islam? Bahkan sulit kini saya pahami bahwa dia pernah “memahami” Islam. Ya, saya memang tidak pernah punya rasa bangga akan suatu pengajian tertentu. Saya suka dengan Islam dan saya akan ambil yang disampaikannya, bukan siapa yang menyampaikan.

Astagfirullah, saya tahu saya sedikit marah sampai menangis membaca postingannya, dan saya hanya bisa berdoa karena tidak mau timbul “rasa panas” antara kami berdoa. Tapi sungguh, Dik, kalau kamu baca postingan saya, tetaplah mengkaji Islam di manapun, di pengajian apapun, yang mengajak kebaikan, membela dan menjaga agama Allah, meneruskan kewajiban menuntut ilmu Islam, menyeru agar kehidupan Islam bisa kembali dilanjutkan, tanpa paksaan, tanpa saling hina. Islam itu satu. Astagfirullah. Kenapa harus menjadi nyinyir begitu?

Rasa benci atau marah itu seperti karet yang direntangkan tangan. Di tarik, kencang. Dilepas satu tangan, akan terkena tangan yang lain. Begitu sebaliknya. Rugi? Iya.

Rasulullah pernah marah, pernah. Namun bukan marah pada orang yang baik. Semoga ya, semoga diberi petunjuk. Karena saya tahu setiap orang adalah baik dan tetap akan baik, bismillah.

 

Dispepsia VS Maag

Well, alhamdulillah setelah sekian lama saya bisa berkunjung dan menulis di sini lagi. Oke, di website ini, sekarang saya ingin share tentang Dispepsia.

Simpelnya, Dispepsia berasal dari kata Dis dan Pepsia. Dis artinya ‘buruk’ atau ‘salah’ sementara Pepsia berarti ‘pencernaan’ dalam bahasa Yunani. Jadi jika disatukan, maknanya adalah Pencernaan yang buruk.

Lalu bedanya dg maag apa?

Beda, kalau maag ada gangguan pencernaan atau penumpukan asam lambung yang tinggi dan gangguannya hanya seputar lambung saja. Lain halnya dengan Dispepsia, ini diakibatkan oleh maag yang sudah akut 😦 sehingga bukan hanya maag alias lambung yang ‘terluka’ tapi seluruh anggota organ pencernaan.

Idiiih, serem ya.

Nah, hari senin, aku divonis Dispepsia oleh dokter. Wallahu ‘alam ya. Laa ba’asa, thohuron 🙂

Dari semua gejala dispepsia yang aku baca di internet seperti sesak napas, mual dan malas makan, lemas, dan stress. Aku cuma mengalami mual dan malas makan, perasaan selalu kenyang atau mudah kenyang dan lemas. Ya, akhir-akhir ini aku memang lemas tapi fase lelahku sudah lewat beberapa bulan lalu.

Entahlah memang harus istirahat saja. Semoga kalian yang membaca blog-ku selalu sehat dan waspada dengan semua gejala aneh di tubuh kalian ya.

Be happy dan keep healthy 🙂

Acne Story with Mineral Botanica #1

Hai

Halo

Halo

Hai

Ketemu lagi nih sama dyah. Well hari ini alhamdulillah akhirnya aku beli Acne Care Serum dari Mineral Botanica. Hm, aku tau produk MiCa pertama kali dari temen aku, berupa lipstick. Nah, karena aku sempet mau berhemat dan stop ke dokter akhirnya aku browsing-browsing Skin care apa yang cucok, aman dan terjangkau. Well, pilihanku jatuh ke Acne Care Mica.

Gatau ya, kayanya hatiku tergerak untuk beli produk lokal ini. Yup, MiCa adalah brand asli Indonesia. Kalau kamu berselancar di dunia maya, kamu pasti akan menyangka MiCa adalah produk buatan luar, atau tepatnya Korea. Emang sih, dari packaging nya produk ini unyu banget kaya produk Korea. Kemasannya pun cenderung pastel, bener-bener manis banget.

Untuk percobaan perdana, berbekal pengalaman orang lain dari hasil browsing, aku memutuskan beli Acne Care Serum.

Ini nih si MiCa lagi foto sama temen-temennya.

Aku dapetin produk ini di Borma Dago. Aku iseng aja, nyari sambil jalan-jalan, taunya ada dong! Bahkan ada counter resminya. Ada mba-mba spg nya juga, ini nilai plus karena kita bisa diarahkan oleh mba-mba ini.

Aku beli Serum yang total berisi 15 ml ini dengan harga IDR 83900. Widih, cukup lumayan emang. Semoga hasilnya berbanding lurus dengan harga ya.

Oke, sekarang aku mau bedah isi dari MiCa Acne Serum ini.

Penampilan

Acne care MiCa punya cover yang feminin banget, pink. Aku suka deh sama penampilan fisiknya yang lucu banget. Selain itu, dus dari MiCa ini punya motif bunga di dalam dusnya. 

Nambah lucu kan?

Komposisi dan Cover

MiCa ini tenar banget dengan ciri mereka yang no animal test dan no paraben. Ini jadi nilai plus mereka.

Komposisi MiCa terletak di dua bagian. Di dus seperti yang ada di atas dan di botol fisik Acne Serum. Dus MiCa licin dan punya kesan mahal. Sementara penampilan fisik botol Acne Serum terlihat mahal, namun sebenarnya sederhana. Botol Acne Serum berbahan plastik dengan cover merk dan komposisi dari kertas yang dilapisi plastik. 

Aku sih pas buka kemasan botol Acne Serum ini sangat hati2 karena aku ga ingin kemasannya rusak. Tapi, aku suka kemasan botol ini, terbuat dari plastik sehingga ga bikin botol mudah pecah dan ringan beut.

Isi dan Kegunaan

Well, seperti yang udah aku sebutkan di atas, Netto dari si cantik Acne Serum ini 15ml. Terdengar sedikit padahal dengan penggunaan secukupnya, kuyakin ini bisa bertahan sampai 2 bulan. 

Penampakan Acne Serum ini cair, teksturnya polos dan ringan seperti air pada umumnya, namun ini agak sedikit lengket jika bersisa di tangan. Jadi kalau mau aplikasikan bisa diatur menjadi sangat sedikit aja sob.

Nah, fungsi dari Acne Serum ini adalah untuk membuat wajah cerah dan bersih karena serum ini mengandung colagen, vitamin C dan anti oksidan.

Review dari blog lain bilang bahwa produk ini bisa membuat jerawat kempes.

Aku baru coba tadi malam, satu kali. Review apakah ini berfungsi dengan baik dan hasil dari penggunaan akan aku update lagi ya. Semoga usahaku kali ini dengan MiCa bisa dapet hasil positive.

Thanks for visiting 🙂


Potret Edukasi

Hari pendidikan nasional memang masih lama, namun Februari ini aku cukup mengalami pengalaman seputar edukasi yang pantas membuatku termenung dan merenung.

Hari itu Rabu, 22 Februari 2017, aku mengambil cuti kerja karena mengikuti sebuah kegiatan sukarelawan yang bertujuan untuk menebar inspirasi. Sasaran kami ada Sekolah Dasar di Kota Bandung. Harapan kami, sehari mengajar selamanya menginspirasi. Menularkan mimpi setinggi langit dengan semangat membumi.

Pagi itu masing-masing dari kami mengawali hari dengan pergi ke sekolah tujuan kami masing-masing. Alhamdulillah aku ditempatkan di sebuah sekolah dasar di perbatasan Kota Bandung. Cukup sulit bagi kami pagi itu untuk menemukan sekolah yang dituju.

Bukan sekolah baru, namun sekolah itu menempati bangunan yang baru satu tahun. Pertemuan kami hari itu cukup singkat. Pembukaan di pagi hari dan penutupan di siang hari. Akhir pertemuan kami ditutup oleh testimoni Ibu Kepala Sekolah yang membuatku diam dan perhalan flash back sambil mensyukuri yang telah menjadi nikmat dihidupku.

Aku bersekolah di Sekolah Dasar Percobaan Negeri yang berlokasi di tengah kota, aku menikmati fasilitas yang cukup dan tentunya tidak pernah tertinggal informasi. Hampir setiap semester kami diikutkan lomba antar sekolah. Beberapa piagam penghargaan sampai piala lomba pun banyak kami kantongi. Di usiaku dulu, aku tidak yakin SD lain mempelajari fisika dan biologi yang tidak disatukan dalam IPA. Kami juga memiliki tingkat percaya diri tinggi untuk masuk SMP Negeri.

Dulu, aku pasti lupa bersyukur.

Pertemuanku dengan banyak pihak di SD itu, membuatku sadar dan mulai bersyukur. Bisa masuk SMP Negeri favorit di kota Bandung juga membuatku bersyukur. SMA Negeri kemudian Universitas Negeri juga membuatku bersyukur.

Aku bersyukur memiliki cita-cita semenjak aku kecil (dokter, tidak tercapai). Adik-adik yang kemarin bertemu denganku belum semua memiliki cita-cita. Beberapa dari mereka malah mengatakan nama-nama tokoh sinetron. Well, aku bilang pada mereka, “Ya sudah kalian jadi artis aja”. Mereka hanya menjawab, “Engga atuh Bu, da kita mah apa. Ga mungkin jadi artis.”

Well, tag line kami dari kelas inspirasi adalah menularkan semangat cita-cita setinggi langit. Kami tularkan semangat dan harapan. Banyak dari para inspirator yang berangkat dari keterbatasan, kita tularkan semangat untuk bangkit.

Aku pribadi berterima kasih pada Allah dan mama papa karena aku punya kesempatan sampai sejauh ini mengejar cita-cita. Citaku kini mengikuti jalan hidup yang kutempuh. Memang aku bukan berangkat dari Fakultas Kedokteran, tapi sama seperti dokter akupun ingin bisa melakukan pengabdian membangun negeri, mewujudkan cita-cita bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa. Mengantar tunas bangsa ke pintu gerbang edukasi, edukasi yang terarah, yang bisa bijak menghadapi tantangan jaman dan globalisasi. Besar harapanku untuk menuntun tunas ini sampai tumbuh berkembang, sampai mereka juga mengembangkan tunas yang baru.

Bisa? InsyaAllah, yang penting aku sedang berusaha melakukannya.

Wallahua’lam bish shawab.

 

Panduan Menulis Esai: Fulbright (Study Objective)

Panduan Menulis Esai Fulbright Study Objective

Wonderful Learning.

DSCN6483Tulisan ini akan mencoba membahas satu esai yang diminta dalam melamar beasiswa S2 dan S3 Fulbright, yaitu Study Objective.

Untuk pelamar beasiswa S3 Fulbright ada satu lagi yang diminta, yaitu research proposal. Bagi teman – teman yang tertarik ingin melamar beasiswa S3 Fulbright, bisa lihat contoh research proposal di link dibawah ini:

Contoh Research Proposal S3 untuk melamar beasiswa Fulbright.

Langsung kita bahas saja ya.

Bila dilihat, formulir aplikasi beasiswa S2 dan S3 Fulbright termasuk sederhana dibandingkan dengan formulir aplikasi beasiswa lainnya yang biasanya berlembar-lembar. Ini juga berlaku untuk bentuk esai yang diminta, hanya satu, yaitu study objective. Jika sudah lulus sebagai principal candidate, biasanya nanti akan diminta menuliskan satu esai lagi yang bernama personal statement. Dalam kesempatan ini kita hanya akan membahas esai study objective agar bisa dijadikan panduan oleh teman-teman yang berniat melamar beasiswa S2 dan S3 Fulbright. Perlu diketahui, beasiswa Fulbright selalu dibuka setiap tahun dengan deadline…

View original post 1,461 more words

Doa…

Well, setiap ayat dr Allah SWT pasti kebenarannya… Begitupun ayat ini, “Ud’unii, astajib lakum”. Berdoalah padaku, niscaya akan kukabulkan. Al-Mukmin: 60

cukup-allah-bagiku-gambar-muslimah-memanjatkan-doa

Aku sudah lulus dari kuliah dan sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus.

Lamaran kepada diriku untuk menikah juga mulai berdatangan, akan tetapi aku tidak mendapatkan seorangpun yang bisa membuatku tertarik.

Kemudian kesibukan kerja dan karir memalingkan aku dari segala hal yang lain. Hingga aku sampai berumur 34 tahun.

Ketika itulah aku baru menyadari bagaimana susahnya terlambat menikah.

Pada suatu hari datang seorang pemuda meminangku. Usianya lebih tua dariku 2 tahun. Dia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Tapi aku ikhlas menerima dirinya apa adanya.

Kami mulai menghitung rencana pernikahan. Dia meminta kepadaku photo copy KTP untuk pengurusan surat-surat pernikahan. Aku segera menyerahkan itu kepadanya.

Setelah berlalu dua hari ibunya menghubungiku melalui telepon. Beliau memintaku untuk bertemu secepat mungkin.

Aku segera menemuinya. Tiba-tiba ia mengeluarkan photo copyan KTPku. Dia bertanya kepadaku apakah tanggal lahirku yang ada di KTP itu benar?

Aku menjawab: Benar.

Lalu ia berkata: Jadi umurmu sudah mendekati usia 40 tahun?!

Aku menjawab: Usiaku sekarang tepatnya 34 tahun.

Ibunya berkata lagi: Iya, sama saja.
Usiamu sudah lewat 30 tahun.
Itu artinya kesempatanmu untuk memiliki anak sudah semakin tipis.
Sementara aku ingin sekali menimang cucu.

Dia tidak mau diam sampai ia mengakhiri proses pinangan antara diriku dengan anaknya.

Masa-masa sulit itu berlalu sampai 6 bulan.
Akhirnya aku memutuskan untuk pergi melaksanakan ibadah umrah bersama ayahku, supaya aku bisa menyiram kesedihan dan kekecewaanku di Baitullah.

Akupun pergi ke Mekah.
Aku duduk menangis, berlutut di depan Ka’bah.
Aku memohon kepada Allah supaya diberi jalan terbaik.

Setelah selesai shalat, aku melihat seorang perempuan membaca al Qur’an dengan suara yang sangat merdu.
Aku mendengarnya lagi mengulang-ulang ayat:

(وكان فضل الله عليك عظيما)

“Dan karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar”.

(An Nisa’: 113)

Air mataku menetes dengan derasnya mendengar lantunan ayat itu.

Tiba-tiba perempuan itu merangkulku ke pangkuannya.
Dan ia mulai mengulang-ulang firman Allah:

(ولسوف يعطيك ربك فترضي)

“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”.

(Adh Dhuha: 5)

Demi Allah, seolah-olah aku baru kali itu mendengar ayat itu seumur hidupku. Pengaruhnya luar biasa, jiwaku menjadi tenang.

Setelah seluruh ritual umrah selesai, aku kembali ke Cairo.
Di pesawat aku duduk di sebelah kiri ayahku, sementara disebelah kanan beliau duduk seorang pemuda.

Sesampainya pesawat di bandara, akupun turun.
Di ruang tunggu aku bertemu suami salah seorang temanku.

Kami bertanya kepadanya, dalam rangka apa ia datang ke bandara?
Dia menjawab bahwa ia lagi menunggu kedatangan temannya yang kembali dengan pesawat yang sama dengan yang aku tumpangi.

Hanya beberapa saat, tiba-tiba temannya itu datang.
Ternyata ia adalah pemuda yang duduk di kursi sebelah kanan ayahku tadi.

Selanjutnya aku berlalu dengan ayahku…..

Baru saja aku sampai di rumah dan ganti pakaian, lagi asik-asik istirahat, temanku yang suaminya tadi aku temui di bandara menelphonku.
Langsung saja ia mengatakan bahwa teman suaminya yang tadi satu pesawat denganku sangat tertarik kepada diriku.
Dia ingin bertemu denganku di rumah temanku tersebut malam itu juga.
Alasannya, kebaikan itu perlu disegerakan.

Jantungku berdenyut sangat kencang akibat kejutan yang tidak pernah aku bayangkan ini.

Lalu aku meminta pertimbangan ayahku terhadap tawaran suami temanku itu.
Beliau menyemangatiku untuk mendatanginya.
Boleh jadi dengan cara itu Allah memberiku jalan keluar.

Akhirnya…..aku pun datang berkunjung ke rumah temanku itu.

Hanya beberapa hari setelah itu pemuda tadi sudah datang melamarku secara resmi.
Dan hanya satu bulan setengah setelah pertemuan itu kami betul-betul sudah menjadi pasangan suami-istri.
Jantungku betul-betul mendenyutkan harapan kebahagiaan.

Kehidupanku berkeluarga dimulai dengan keoptimisan dan kebahagiaan.
Aku mendapatkan seorang suami yang betul-betul sesuai dengan harapanku.
Dia seorang yang sangat baik, penuh cinta, lembut, dermawan, punya akhlak yang subhanallah, ditambah lagi keluarganya yang sangat baik dan terhormat.

Namun sudah beberapa bulan berlalu belum juga ada tanda-tanda kehamilan pada diriku.
Perasaanku mulai diliputi kecemasan.
Apalagi usiaku waktu itu sudah memasuki 36 tahun.

Aku minta kepada suamiku untuk membawaku memeriksakan diri kepada dokter ahli kandungan.
Aku khawatir kalau-kalau aku tidak bisa hamil.

Kami pergi untuk periksa ke seorang dokter yang sudah terkenal dan berpengalaman.
Dia minta kepadaku untuk cek darah.

Ketika kami menerima hasil cek darah, ia berkata bahwa tidak ada perlunya aku melanjutkan pemeriksaan berikitnya, karena hasilnya sudah jelas.
Langsung saja ia mengucapkan “Selamat, anda hamil!”

Hari-hari kehamilanku pun berlalu dengan selamat, sekalipun aku mengalami kesusahan yang lebih dari orang biasanya.
Barangkali karena aku hamil di usia yang sudah agak berumur.

Sepanjang kehamilanku, aku tidak punya keinginan mengetahui jenis kelamin anak yang aku kandung.
Karena apapun yang dikaruniakan Allah kepadaku semua adalah nikmat dan karunia-Nya.

Setiap kali aku mengadukan bahwa rasanya kandunganku ini terlalu besar, dokter itu menjawab:
Itu karena kamu hamil di usia sudah sampai 36 tahun.

Selanjutnya datanglah hari-hari yang ditunggu, hari saatnya melahirkan.

Proses persalinan secara caesar berjalan dengan lancar.
Setelah aku sadar, dokter masuk ke kamarku dengan senyuman mengambang di wajahnya sambil bertanya tentang jenis kelamin anak yang aku harapkan.
Aku menjawab bahwa aku hanya mendambakan karunia Allah.
Tidak penting bagiku jenis kelaminnya. Laki-laki atau perempuan akan aku sambut dengan beribu syukur.

Aku dikagetkan dengan pernyataannya:

“Jadi bagaimana pendapatmu kalau kamu memperoleh Hasan, Husen dan Fatimah sekaligus?

Aku tidak paham apa gerangan yang ia bicarakan.
Dengan penuh penasaran aku bertanya apa yang ia maksudkan?

Lalu ia menjawab sambil menenangkan ku supaya jangan kaget dan histeris bahwa Allah telah mengaruniaku 3 orang anak sekaligus. 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.

Seolah-olah Allah berkeinginan memberiku 3 orang anak sekaligus untuk mengejar ketinggalanku dan ketuaan umurku.

Sebenarnya dokter itu tahu kalau aku mengandung anak kembar 3, tapi ia tidak ingin menyampaikan hal itu kepadaku supaya aku tidak merasa cemas menjalani masa-masa kehamilanku.

Lantas aku menangis sambil mengulang-ulang ayat Allah:

(ولسوف يعطيك ربك فترضى)

“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”. (Adh Dhuha: 5)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

(وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا )

“Dan bersabarlah menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami…” (Ath Thur: 48)

Bacalah ayat ini penuh tadabbur dan penghayatan, terus berdoalah dengan hati penuh yakin bahwa Allah tidak pernah dan tidak akan pernah menelantarkanmu.

Bila status ini ada manfaatnya silahkan di-share.

Jazaakumullahu khairan

source: telegram.me/rikinasrullahID

Jobdesk Baruuu…

Assalamualaykum wr wb.

Halo ev1… Haha, hai everyone. Alhamdulillah hr ini dyah tutup buku di sentiment analysis dan buka bab baru di Graph Analysis. What is GA? Gw juga belum tahu. Tapi alhamdulillah dyah skr di kerjaan baru, temen baru, tantangan baru. Something that Allah assigns to me because maybe it is significant and necessary to my life.

Bismillah, mudah2an mudah. Mulai baca jurnal lagi. Mungkin saya akan ambil cognitive science kelak. Ahha.

Bismillah, yosh yosh!

I cannot pay back so I pay for

Tidak perlu punya alasan spesifik untuk berbuat baik.

Jika ingin mencari alasan, balaslah budi orang lain yang pernah baik padamu. Jika kamu tidak sempat, balaslah kebaikan dengan berbuat kebaikan yang sama.

Sekarang aku tahu alasan kenapa aku dengan mudahnya mau untuk tunduk taat memakai jilbab, khimar dan pernah fokus mengkaji islam dan menomor duakan hal lain? Kenapa aku pernah memilih Allah dan menomor duakan hal lain? Karena aku ingin jadi anak sholehah. Sehingga aku bisa jadi kunci surga untuk Mama dan Papa.

At that moment, I thought that I cant pay back my father.

Dan kemarin2, seorang dosen sudah membuka pikiran saya.

Saya jelas akan menikah.

Saya pikir baik untuk menunda, tapi sepertinya saya salah.

Saya akan ridho dengan semua keputusan, asal Allah ridho.

Sayapun berharap Allah ridho dengan orang dan cita2 yang selalu saya doakan selama ini.

Aamiin.

Floating Market Lembang

Ini udah kali kedua aku main ke Floating Market Lembang. Sebetulnya sih sama sekali ga punya niat untuk main ke sana, soalnya baru juga tahun lalu main ke sana. Tapi karena harus survey untuk acara keluarga, maka tanggal 2 januari  kemarin saya ke sana. Well, saya ga habiskan banyak waktu ko, cuma kurang lebih 2 sampai 3 jam aja.

Oke, what I wanna share here are:

  1. Route to Floating Market Lembang
  2. Entry ticket price
  3. The attractive objects (you can find there)
  4. The yummy and palatable foods (you can eat there)

Here the story goes then…

1.Jalan ke Lembang

Okay, kurang lebih udah setahunan deh saya ga main ke Lembang, soalnya kalo ga ada occasion tertentu ya saya ga ke sana. Okay untuk kamu yang ingin ke Lembang dari arah Bandung, kamu bisa menempuh jalan pasteur terus belok di jalan surya sumantri, nanti bisa tembus ke geger kalong. dari geger kalong langsung ke atas arah ledeng kemudian terus ke lembang. Tapi guys, biasanya lewat sukajadi, dago resort atau ledeng sangat rawan macet. Jadi di sini saya akan ajukan jalan alternatif. Ini rahasia ya, hehe. Yup, kamu bisa lewat Punclut. Nanti akan tembus di pasar lembang.

Posisi punclut ini ada membentang dari RS Dr. Salamun Ciumbuleuit ke atas sampai daerah cijeruk, sebelum pasar lembang. Nanti kamu ambil arah jalan sebelah kiri ya. Jangan ke kanan bawah karena akan lebih jauh dan jalannya lebih kecil. Lumayan lah, kamu bisa berhemat waktu dengan jalan lewat sini. Jalan punclut ini ltidak terlalu besar, bisa muat sekitar 2 mobil. Tapi tetep jalannya mepet banget kalo ada dua mobil mini bus saling berhadapan alias bersinggungan. Yah well, minimal harus lipat spion dulu lah kalo kita bersinggungan dengan mobil arah sebaliknya.

Kalo kamu mau sehat wal afiat, kamu juga bisa banget lho untuk mencoba ‘jalan kaki’ dari Rumah Sakit Dr Salamun sampe ke atas. Sebelum lembang, kamu bisa istirahat dulu di deretan rumah makan sepanjang punclut, di depan kantor pemancar radio. Di sana ada deretan rumah makan yang mayoritas sih nawarin makanan khas Sunda.

Setelah sampai pasar lembang, kamu bisa arahin kendaraan ke arah kiri. Cuman sejalur sih, tapi fokus di kiri ya. Ga jauh dari pasar lembang, sekitar 5-10 menit udah bisa nyampe ke daerah Situ Umar, tempat dimana lokasi Floating Market berada.

2. HTM Floating Market

Harga tiket masuknya adalah Rp 20.000. Saya ga inget harga tiket masuk untuk anak-anak, kalo ga salah harganya Rp 10.000. Tiket parkirnya Rp 10.000 untuk mobil biasa dan Rp 20.000 untuk mobil bus.

Tunggu, tunggu, kamu ga akan nemuin gapura n ticket box gitu. Yang bakal kamu liat ada para admin yang udah siap sedia bawa tiket masuk dan karcis parkir.

Dan jika menurutmu harga tiket terlalu mahal, maka kamu ga boleh suudzon guys. Rp 20.000 udah include voucher untuk minuman. Yummy. Minumannya ada yang dingin, ada juga yang panas. Aslinya panas lho. Tapi cocok karena suasana di FM (Floating Market) ini dingin-sejuk gitu. Jadi meskipun panas, bisa cepet dingin kok.

3. Objek apa aja yang ada di sana?

Well ngomongin soal objek yang ada di sana… I found a lot of new objects there. Ada perahu-perahu dari dayung sendiri sampe pake motor boat. Terus ada juga bebek, dulu bebek dikasi makan gt, sekarang cuma ikan aja yang dikasi makan. Ikannya, ikan mas yang dumbo super banget. Celangap terus mereka, gede banget. Aku sih khawatir mereka lompat aja, ngeri kan. Serem. Kasian juga, keabisan nafas ntar.

Nah, ada juga tempat penyewaan baju korea dan jepang. Kamu bisa pake kostum itu sambil jalan-jalan di sana. Harganya aku ga inget sih. Sekitar Rp 75.000. Yah mirip-mirip farm house aja, cuma bedanya di farm house tuh nyewain baju Belanda.

Terus ada juga kereta mini, aku ga inget sih tentang kereta mini ini. Aku udah dua kali ke sana, ga inget ada kereta mini-nya.

Terus untuk temen-temen yang ga suka sama ikan atau bebek, kalian bisa liat kelinci. Tahun kemarin aku ke sana ada kelinci sih tapi entah ya sekarang, ada atau engga. Hehe.

Ada ATV dan flying fox juga guys di sini. Jadi kaya wahana baru gitu. Tempatnya di belakang bagian atas. Jadi masi jalan terus ke belakang n naik tangga.

The last but not least di sana ada danau buatan yang guede banget. Dulu kan FM ini bekas Resto Situ Umar yang ada tempat pemancingannya. Nah, sekarang ini tempat pemancingan disulap jadi danau buatan tempat kita main perahu.

4. What a tasty food

Well, kurang rasanya kalo kita ga icip-icip makanan di FM. Aku sih belum pernah ya makan di resto (berbentuk rumah joglo) di sana. Menurutku yang wajib itu adalah icip2 makanan di pinggiran danaunya guys. Ini the real floating market, pasar apung.

Makanan yang disajikan dengan rata-rata dus makanan ini emang sengaja diformat untuk take away. Dibentuk macem mau dibawa pulang gt. Tapi kamu bisa menikmati makanan yang kamu beli itu di bangku2 kecil sekitar danau. Menunya berbeda-beda di setiap perahu. Menu andalan aku sih pisang goreng, hehe. Enak banget, serius. Cocok banget makan pisang goreng, cuaca sejuk, angin sepoi-sepoi. Juara.

So guys, yuk main ke bandung. Bandung Juara. Mumpung masi ada aku lho, hehe. Siapa gw?

Sst, diantos ya everyone 🙂

Oia… di sna main perahu dan jajannya ga pake uang cash ya. Kamu bisa tukar uang cash kamu dengan koin2. nanti kalo jajannya kembalian, akan dikembalikan dengan koin juga. But, jangan nuker kebanyakan karena koin ga bisa diuangkan kembali. So, bisa dihitung dulu ya, kalau koin kurang kan gampang tinggal tuker lagi aja.

Ini oleh-olehku dari FM:

This slideshow requires JavaScript.