Marriage, a short cut to happiness? 

Hei siapa sih yang ga mau bahagia? Siapa juga yang ga mau nikah? Yes, aku mau bahagia. Aku juga mau nikah. This is only a matter of time. I should be sabr. 

Kalau dulu ada anak blagu yang mau lanjut kuliah ke luar negeri dengan persiapan apa adanya, sekarang anak blagu itu mulai sadar. Alhamdulillah. Anak blagu itu mulai menyadari dia punya banyak kekurangan di banyak sisi.

Alhamdulillah, nasib baik masih ada yang care dan peduli dengan si cewek blagu ini. Masih banyak pendukung menuju cita2 yang terlihat jauh itu.

Ternyata anak blagu itu bisa capek juga. Dia lelah kayanya berlari ke cita-citanya.  Lalu terpikir untuk menikah. Yakinkah dia? 

It is so difficult thinking on marriage. Could she be happy with him? Can she relay on him in her entire life. Why life is not easy to her? 

Astagfirullah what should she do now?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s