Doa…

Well, setiap ayat dr Allah SWT pasti kebenarannya… Begitupun ayat ini, “Ud’unii, astajib lakum”. Berdoalah padaku, niscaya akan kukabulkan. Al-Mukmin: 60

cukup-allah-bagiku-gambar-muslimah-memanjatkan-doa

Aku sudah lulus dari kuliah dan sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus.

Lamaran kepada diriku untuk menikah juga mulai berdatangan, akan tetapi aku tidak mendapatkan seorangpun yang bisa membuatku tertarik.

Kemudian kesibukan kerja dan karir memalingkan aku dari segala hal yang lain. Hingga aku sampai berumur 34 tahun.

Ketika itulah aku baru menyadari bagaimana susahnya terlambat menikah.

Pada suatu hari datang seorang pemuda meminangku. Usianya lebih tua dariku 2 tahun. Dia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Tapi aku ikhlas menerima dirinya apa adanya.

Kami mulai menghitung rencana pernikahan. Dia meminta kepadaku photo copy KTP untuk pengurusan surat-surat pernikahan. Aku segera menyerahkan itu kepadanya.

Setelah berlalu dua hari ibunya menghubungiku melalui telepon. Beliau memintaku untuk bertemu secepat mungkin.

Aku segera menemuinya. Tiba-tiba ia mengeluarkan photo copyan KTPku. Dia bertanya kepadaku apakah tanggal lahirku yang ada di KTP itu benar?

Aku menjawab: Benar.

Lalu ia berkata: Jadi umurmu sudah mendekati usia 40 tahun?!

Aku menjawab: Usiaku sekarang tepatnya 34 tahun.

Ibunya berkata lagi: Iya, sama saja.
Usiamu sudah lewat 30 tahun.
Itu artinya kesempatanmu untuk memiliki anak sudah semakin tipis.
Sementara aku ingin sekali menimang cucu.

Dia tidak mau diam sampai ia mengakhiri proses pinangan antara diriku dengan anaknya.

Masa-masa sulit itu berlalu sampai 6 bulan.
Akhirnya aku memutuskan untuk pergi melaksanakan ibadah umrah bersama ayahku, supaya aku bisa menyiram kesedihan dan kekecewaanku di Baitullah.

Akupun pergi ke Mekah.
Aku duduk menangis, berlutut di depan Ka’bah.
Aku memohon kepada Allah supaya diberi jalan terbaik.

Setelah selesai shalat, aku melihat seorang perempuan membaca al Qur’an dengan suara yang sangat merdu.
Aku mendengarnya lagi mengulang-ulang ayat:

(وكان فضل الله عليك عظيما)

“Dan karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar”.

(An Nisa’: 113)

Air mataku menetes dengan derasnya mendengar lantunan ayat itu.

Tiba-tiba perempuan itu merangkulku ke pangkuannya.
Dan ia mulai mengulang-ulang firman Allah:

(ولسوف يعطيك ربك فترضي)

“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”.

(Adh Dhuha: 5)

Demi Allah, seolah-olah aku baru kali itu mendengar ayat itu seumur hidupku. Pengaruhnya luar biasa, jiwaku menjadi tenang.

Setelah seluruh ritual umrah selesai, aku kembali ke Cairo.
Di pesawat aku duduk di sebelah kiri ayahku, sementara disebelah kanan beliau duduk seorang pemuda.

Sesampainya pesawat di bandara, akupun turun.
Di ruang tunggu aku bertemu suami salah seorang temanku.

Kami bertanya kepadanya, dalam rangka apa ia datang ke bandara?
Dia menjawab bahwa ia lagi menunggu kedatangan temannya yang kembali dengan pesawat yang sama dengan yang aku tumpangi.

Hanya beberapa saat, tiba-tiba temannya itu datang.
Ternyata ia adalah pemuda yang duduk di kursi sebelah kanan ayahku tadi.

Selanjutnya aku berlalu dengan ayahku…..

Baru saja aku sampai di rumah dan ganti pakaian, lagi asik-asik istirahat, temanku yang suaminya tadi aku temui di bandara menelphonku.
Langsung saja ia mengatakan bahwa teman suaminya yang tadi satu pesawat denganku sangat tertarik kepada diriku.
Dia ingin bertemu denganku di rumah temanku tersebut malam itu juga.
Alasannya, kebaikan itu perlu disegerakan.

Jantungku berdenyut sangat kencang akibat kejutan yang tidak pernah aku bayangkan ini.

Lalu aku meminta pertimbangan ayahku terhadap tawaran suami temanku itu.
Beliau menyemangatiku untuk mendatanginya.
Boleh jadi dengan cara itu Allah memberiku jalan keluar.

Akhirnya…..aku pun datang berkunjung ke rumah temanku itu.

Hanya beberapa hari setelah itu pemuda tadi sudah datang melamarku secara resmi.
Dan hanya satu bulan setengah setelah pertemuan itu kami betul-betul sudah menjadi pasangan suami-istri.
Jantungku betul-betul mendenyutkan harapan kebahagiaan.

Kehidupanku berkeluarga dimulai dengan keoptimisan dan kebahagiaan.
Aku mendapatkan seorang suami yang betul-betul sesuai dengan harapanku.
Dia seorang yang sangat baik, penuh cinta, lembut, dermawan, punya akhlak yang subhanallah, ditambah lagi keluarganya yang sangat baik dan terhormat.

Namun sudah beberapa bulan berlalu belum juga ada tanda-tanda kehamilan pada diriku.
Perasaanku mulai diliputi kecemasan.
Apalagi usiaku waktu itu sudah memasuki 36 tahun.

Aku minta kepada suamiku untuk membawaku memeriksakan diri kepada dokter ahli kandungan.
Aku khawatir kalau-kalau aku tidak bisa hamil.

Kami pergi untuk periksa ke seorang dokter yang sudah terkenal dan berpengalaman.
Dia minta kepadaku untuk cek darah.

Ketika kami menerima hasil cek darah, ia berkata bahwa tidak ada perlunya aku melanjutkan pemeriksaan berikitnya, karena hasilnya sudah jelas.
Langsung saja ia mengucapkan “Selamat, anda hamil!”

Hari-hari kehamilanku pun berlalu dengan selamat, sekalipun aku mengalami kesusahan yang lebih dari orang biasanya.
Barangkali karena aku hamil di usia yang sudah agak berumur.

Sepanjang kehamilanku, aku tidak punya keinginan mengetahui jenis kelamin anak yang aku kandung.
Karena apapun yang dikaruniakan Allah kepadaku semua adalah nikmat dan karunia-Nya.

Setiap kali aku mengadukan bahwa rasanya kandunganku ini terlalu besar, dokter itu menjawab:
Itu karena kamu hamil di usia sudah sampai 36 tahun.

Selanjutnya datanglah hari-hari yang ditunggu, hari saatnya melahirkan.

Proses persalinan secara caesar berjalan dengan lancar.
Setelah aku sadar, dokter masuk ke kamarku dengan senyuman mengambang di wajahnya sambil bertanya tentang jenis kelamin anak yang aku harapkan.
Aku menjawab bahwa aku hanya mendambakan karunia Allah.
Tidak penting bagiku jenis kelaminnya. Laki-laki atau perempuan akan aku sambut dengan beribu syukur.

Aku dikagetkan dengan pernyataannya:

“Jadi bagaimana pendapatmu kalau kamu memperoleh Hasan, Husen dan Fatimah sekaligus?

Aku tidak paham apa gerangan yang ia bicarakan.
Dengan penuh penasaran aku bertanya apa yang ia maksudkan?

Lalu ia menjawab sambil menenangkan ku supaya jangan kaget dan histeris bahwa Allah telah mengaruniaku 3 orang anak sekaligus. 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.

Seolah-olah Allah berkeinginan memberiku 3 orang anak sekaligus untuk mengejar ketinggalanku dan ketuaan umurku.

Sebenarnya dokter itu tahu kalau aku mengandung anak kembar 3, tapi ia tidak ingin menyampaikan hal itu kepadaku supaya aku tidak merasa cemas menjalani masa-masa kehamilanku.

Lantas aku menangis sambil mengulang-ulang ayat Allah:

(ولسوف يعطيك ربك فترضى)

“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”. (Adh Dhuha: 5)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

(وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا )

“Dan bersabarlah menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami…” (Ath Thur: 48)

Bacalah ayat ini penuh tadabbur dan penghayatan, terus berdoalah dengan hati penuh yakin bahwa Allah tidak pernah dan tidak akan pernah menelantarkanmu.

Bila status ini ada manfaatnya silahkan di-share.

Jazaakumullahu khairan

source: telegram.me/rikinasrullahID

Jobdesk Baruuu…

Assalamualaykum wr wb.

Halo ev1… Haha, hai everyone. Alhamdulillah hr ini dyah tutup buku di sentiment analysis dan buka bab baru di Graph Analysis. What is GA? Gw juga belum tahu. Tapi alhamdulillah dyah skr di kerjaan baru, temen baru, tantangan baru. Something that Allah assigns to me because maybe it is significant and necessary to my life.

Bismillah, mudah2an mudah. Mulai baca jurnal lagi. Mungkin saya akan ambil cognitive science kelak. Ahha.

Bismillah, yosh yosh!

I cannot pay back so I pay for

Tidak perlu punya alasan spesifik untuk berbuat baik.

Jika ingin mencari alasan, balaslah budi orang lain yang pernah baik padamu. Jika kamu tidak sempat, balaslah kebaikan dengan berbuat kebaikan yang sama.

Sekarang aku tahu alasan kenapa aku dengan mudahnya mau untuk tunduk taat memakai jilbab, khimar dan pernah fokus mengkaji islam dan menomor duakan hal lain? Kenapa aku pernah memilih Allah dan menomor duakan hal lain? Karena aku ingin jadi anak sholehah. Sehingga aku bisa jadi kunci surga untuk Mama dan Papa.

At that moment, I thought that I cant pay back my father.

Dan kemarin2, seorang dosen sudah membuka pikiran saya.

Saya jelas akan menikah.

Saya pikir baik untuk menunda, tapi sepertinya saya salah.

Saya akan ridho dengan semua keputusan, asal Allah ridho.

Sayapun berharap Allah ridho dengan orang dan cita2 yang selalu saya doakan selama ini.

Aamiin.

Floating Market Lembang

Ini udah kali kedua aku main ke Floating Market Lembang. Sebetulnya sih sama sekali ga punya niat untuk main ke sana, soalnya baru juga tahun lalu main ke sana. Tapi karena harus survey untuk acara keluarga, maka tanggal 2 januari  kemarin saya ke sana. Well, saya ga habiskan banyak waktu ko, cuma kurang lebih 2 sampai 3 jam aja.

Oke, what I wanna share here are:

  1. Route to Floating Market Lembang
  2. Entry ticket price
  3. The attractive objects (you can find there)
  4. The yummy and palatable foods (you can eat there)

Here the story goes then…

1.Jalan ke Lembang

Okay, kurang lebih udah setahunan deh saya ga main ke Lembang, soalnya kalo ga ada occasion tertentu ya saya ga ke sana. Okay untuk kamu yang ingin ke Lembang dari arah Bandung, kamu bisa menempuh jalan pasteur terus belok di jalan surya sumantri, nanti bisa tembus ke geger kalong. dari geger kalong langsung ke atas arah ledeng kemudian terus ke lembang. Tapi guys, biasanya lewat sukajadi, dago resort atau ledeng sangat rawan macet. Jadi di sini saya akan ajukan jalan alternatif. Ini rahasia ya, hehe. Yup, kamu bisa lewat Punclut. Nanti akan tembus di pasar lembang.

Posisi punclut ini ada membentang dari RS Dr. Salamun Ciumbuleuit ke atas sampai daerah cijeruk, sebelum pasar lembang. Nanti kamu ambil arah jalan sebelah kiri ya. Jangan ke kanan bawah karena akan lebih jauh dan jalannya lebih kecil. Lumayan lah, kamu bisa berhemat waktu dengan jalan lewat sini. Jalan punclut ini ltidak terlalu besar, bisa muat sekitar 2 mobil. Tapi tetep jalannya mepet banget kalo ada dua mobil mini bus saling berhadapan alias bersinggungan. Yah well, minimal harus lipat spion dulu lah kalo kita bersinggungan dengan mobil arah sebaliknya.

Kalo kamu mau sehat wal afiat, kamu juga bisa banget lho untuk mencoba ‘jalan kaki’ dari Rumah Sakit Dr Salamun sampe ke atas. Sebelum lembang, kamu bisa istirahat dulu di deretan rumah makan sepanjang punclut, di depan kantor pemancar radio. Di sana ada deretan rumah makan yang mayoritas sih nawarin makanan khas Sunda.

Setelah sampai pasar lembang, kamu bisa arahin kendaraan ke arah kiri. Cuman sejalur sih, tapi fokus di kiri ya. Ga jauh dari pasar lembang, sekitar 5-10 menit udah bisa nyampe ke daerah Situ Umar, tempat dimana lokasi Floating Market berada.

2. HTM Floating Market

Harga tiket masuknya adalah Rp 20.000. Saya ga inget harga tiket masuk untuk anak-anak, kalo ga salah harganya Rp 10.000. Tiket parkirnya Rp 10.000 untuk mobil biasa dan Rp 20.000 untuk mobil bus.

Tunggu, tunggu, kamu ga akan nemuin gapura n ticket box gitu. Yang bakal kamu liat ada para admin yang udah siap sedia bawa tiket masuk dan karcis parkir.

Dan jika menurutmu harga tiket terlalu mahal, maka kamu ga boleh suudzon guys. Rp 20.000 udah include voucher untuk minuman. Yummy. Minumannya ada yang dingin, ada juga yang panas. Aslinya panas lho. Tapi cocok karena suasana di FM (Floating Market) ini dingin-sejuk gitu. Jadi meskipun panas, bisa cepet dingin kok.

3. Objek apa aja yang ada di sana?

Well ngomongin soal objek yang ada di sana… I found a lot of new objects there. Ada perahu-perahu dari dayung sendiri sampe pake motor boat. Terus ada juga bebek, dulu bebek dikasi makan gt, sekarang cuma ikan aja yang dikasi makan. Ikannya, ikan mas yang dumbo super banget. Celangap terus mereka, gede banget. Aku sih khawatir mereka lompat aja, ngeri kan. Serem. Kasian juga, keabisan nafas ntar.

Nah, ada juga tempat penyewaan baju korea dan jepang. Kamu bisa pake kostum itu sambil jalan-jalan di sana. Harganya aku ga inget sih. Sekitar Rp 75.000. Yah mirip-mirip farm house aja, cuma bedanya di farm house tuh nyewain baju Belanda.

Terus ada juga kereta mini, aku ga inget sih tentang kereta mini ini. Aku udah dua kali ke sana, ga inget ada kereta mini-nya.

Terus untuk temen-temen yang ga suka sama ikan atau bebek, kalian bisa liat kelinci. Tahun kemarin aku ke sana ada kelinci sih tapi entah ya sekarang, ada atau engga. Hehe.

Ada ATV dan flying fox juga guys di sini. Jadi kaya wahana baru gitu. Tempatnya di belakang bagian atas. Jadi masi jalan terus ke belakang n naik tangga.

The last but not least di sana ada danau buatan yang guede banget. Dulu kan FM ini bekas Resto Situ Umar yang ada tempat pemancingannya. Nah, sekarang ini tempat pemancingan disulap jadi danau buatan tempat kita main perahu.

4. What a tasty food

Well, kurang rasanya kalo kita ga icip-icip makanan di FM. Aku sih belum pernah ya makan di resto (berbentuk rumah joglo) di sana. Menurutku yang wajib itu adalah icip2 makanan di pinggiran danaunya guys. Ini the real floating market, pasar apung.

Makanan yang disajikan dengan rata-rata dus makanan ini emang sengaja diformat untuk take away. Dibentuk macem mau dibawa pulang gt. Tapi kamu bisa menikmati makanan yang kamu beli itu di bangku2 kecil sekitar danau. Menunya berbeda-beda di setiap perahu. Menu andalan aku sih pisang goreng, hehe. Enak banget, serius. Cocok banget makan pisang goreng, cuaca sejuk, angin sepoi-sepoi. Juara.

So guys, yuk main ke bandung. Bandung Juara. Mumpung masi ada aku lho, hehe. Siapa gw?

Sst, diantos ya everyone 🙂

Oia… di sna main perahu dan jajannya ga pake uang cash ya. Kamu bisa tukar uang cash kamu dengan koin2. nanti kalo jajannya kembalian, akan dikembalikan dengan koin juga. But, jangan nuker kebanyakan karena koin ga bisa diuangkan kembali. So, bisa dihitung dulu ya, kalau koin kurang kan gampang tinggal tuker lagi aja.

Ini oleh-olehku dari FM:

This slideshow requires JavaScript.

 

 

 

what r ur resolutions?

Yo ayo kita curcol dulu ya..

Alhamdulillah hari ini sakses utk bersih2 kamar, ruang tamu, ruang tv, ruang setrika. Yeay!

Well, resolusi dk utk tahun kemarin banyak bingits. Hm.

Tahun ini? Ngulang taun kmrn yg masi belom sakses deh.

Hihi.

Ayo ah taun ini serius dk!

Nikah,

Sekolah,

Hijrah.

Hm yang mana dulu yha ka?

Hihi.

Ya Allah jadikanlah hambamu ini selalu bersyukur dan layakanlah hamba untuk dikabulkan doanya olehmu. Aamiin 🙂

Love, liebe, ai 🙂

Bismillah, yassarallahu umuranaa.

Dengan menyebut nama Allah, mudahkanlah urusan kami. Aamiin.