Perubahan

Kita sudah lama berpisah.

Dan aku sudah banyak berubah.

Advertisements

Ngayogyakarta Hadiningrat 1

Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat (꧋ꦤꦒꦫꦶꦏꦱꦸꦭ꧀ꦠꦤ꧀ꦤꦤ꧀ꦔꦪꦺꦴꦓꦾꦑꦂꦡꦲꦢꦶꦟꦶꦁꦫꦡ꧀꧉) adalah nama asal dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Provinsi ini dipimpin oleh seorang gubernur yang juga Sultan dari Kerajaan atau Kesultanan Yogya, Sultan Hamengku Buwono. Konon menurut cerita dan sejarah, kesultanan ini merupakan pecahan dari Kesultanan Solo alias Surakarta.

Okay, tapi aku ga akan cerita soal kesultanan apapun sekarang. What I want to tell you is about my trip there. Yup! Dari tanggal 18 November malam sampai 21 November malam, dyah pergi ke jogja. Ngapain? Aku lari. Lari dari hiruk pikuk kota dan ramainya hati. Hhehe. Jalan kali rame.

Well, serius ah. Jadi aku pergi bareng temenku. Teman kuliah dulu. Kita rencanain liburan ke Jogja, yang ga terlalu jauh dan relative murah aja.

Aku berangkat pake kereta lodaya malam. Kita berangkat pukul 18.55, dari Stasiun Bandung ke Stasiun Tugu Yogyakarta.

*Aku rencanain mau berangkat dari kantor tapi malu ah bawa koper gede gitu, kaya lemari. Akhirnya pas hari jumat, aku berangkat jam 4 dari rumah. Dan macet parah sodara-sodara di Jl. Dago. Aigooooo. Lain kali kamu harus menyediakan waktu cukup lama ya untuk sampai ke stasiun dari arah Dago/Bandung Utara. Apalagi jika itu adalah hari Jumat sore.

Okay, singkat cerita, aku sampe di Stasiun jam setengah enam kemudian mengeprint tiket di counter Self Check-in. Alhamdulillah. Kemudian setelah shalat maghrib dan Isya yang di-jama-qashar, maka kami langsung naik ke kereta api Lodaya Malam. Keren loh keretanya. Alhamdulillah kursi kami lebih oke dibanding gerbong lain. Kami berangkat tepat pukul 19 malam.

Kami menghabiskan waktu di kereta, dengan menonton tayangan sejarah Kereta Api Indonesia. Temenku sampai hatam dan hafal. Hehehe. Terus ada film West gitu. Ceritanya ga jelas juga. Hehehe. Alhamdulillah pukul 3 lebih kami sampai di Stasiun Yogya. Yeaaah.

Sampai di sana, foto dong di tulisan Yogyakarta, di lampu malam yang romantis dan rel kereta yang masih membisu. Well, rencana awal adalah kami langsung pergi ke Punthuk Setumbu, tapi karena temanku dari Jakarta belum sampai, rencana itu batal.

Okay…. Cerita selanjutnya, di episode nanti ya. It is time for me to face excel file lagi…. Hihihi.

Bonne adieu

Well, saat kamu merasa sendiri, kamu akan berpikir: seandainya sekarang aku pergi, ini adalah jalan terbaik.

Saat kamu merasa dunia membencimu dan kamu adalah orang paling bersalah, kamu akan berpikir: cukup, aku akan pergi meninggalkan dunia.

Pergi dengan luka yang masih menganga bukanlah jalan terbaik. Pergilah dengan benih kebaikan.

Bismillah.

Untuk kepergian yang segera.

15 november

Selamat tambah usia ya dyah kania pitaloka.

Tambah umur harusnya tambah ilmu.

Harusnya tambah bijak.

Harus bisa manage emosi dan ego.

Semoga makin sholehah dan berbakti sama mama dan papa.

Bisa jadi tiket orang tua untuk masuk surganya Allah swt.

Semoga bisa selalu husnudzon ke semua hal dan ke Allah swt.

Semoga di umur segini bisa diamanahi sama Allah untuk jadi muslimah sholehah, dapet scholarship di luar negeri, dan menikah dg laki2 yang sholeh, mapan dan baik luar dalam.

Semoga ke depannya Allah makin lancarin rezekinya.

Semoga sukses tabungannya, tabungan akhirat dan tabungan hajinya.

Semoga fokus hidupnya untuk Allah swt dan memuliakan orang tua.

Semoga selalu ada senyum bahagia di muka dyah setiap hari.

Semoga makin fokus kerjanya.

Semoga barokah rezekinya.

Sukses juga fitnessnya, yes.

No excuse darling, keep struggling then. Fighting!!!

Bismillah, 27 achieve your aims, Allahu akbar 🙂

Ruang Sendiri

Beri aku kesempatan

‘Tuk bisa merindukanmu
(Jangan datang terus)

Beri juga aku ruang
Bebas dan sendiri
(Jangan ada terus)

Aku butuh tahu seberapa kubutuh kamu
Percayalah rindu itu baik untuk kita

(Pagi melihatmu) menjelang siang kau tahu
(Aku ada di mana) sore nanti
Tak pernah sekalipun ada malam yang dingin
Hingga aku lupa rasanya sepi
Tak lagi sepi bisa kuhargai

Baik buruk perubahanku
Tak akan kau sadari
(Kita berevolusi)

Bila kita ingin tahu
Seberapa besar rasa yang kita punya
Kita butuh ruang

(Pagi melihatmu) menjelang siang kau tahu
(Aku ada di mana) sore nanti
Tak pernah sekalipun ada malam yang dingin
Hingga aku lupa rasanya sepi
Tak lagi sepi bisa kuhargai

Kita tetap butuh ruang sendiri-sendiri
Untuk tetap menghargai rasanya sepi

(Pagi melihatmu) menjelang siang kau tahu
(Aku ada di mana) sore nanti
Tak pernah sekalipun ada malam yang dingin
Hingga aku lupa rasanya sepi

(Pagi melihatmu) menjelang siang kau tahu
(Aku ada di mana) sore nanti
Tak pernah sekalipun ada malam yang dingin
Hingga aku lupa rasanya sepi
Tak lagi sepi bisa kuhargai

Tak lagi sepi bisa kuhargai

Well, that is the lyrics of Tulus hits entitled Ruang Sendiri, something I deserve the most lately. 

belajar (dari) kegagalan

Hiks, dalam bulan ini, aku belajar 3x gagal. Gagal jadi abdi negara, gagal liburan bareng anak kantor dan gagal daftar beasiswa ke inggris. Kampus impian. Well, yang memalukan itu kegagalan nomor 3. Aku gagal daftar karena aku tarik aplikasi pendaftaranku. JANGAN LAKUKAN YA!

Hiks, tapi karena ada pepatah masih ada jalan lain ke roma, saya akan tetap berusaha. Yosh!

Amerika

Brunei

Bismillah 🙂