Drama Queen

Mungkin aku drama queen. Menjalani kehidupan penuh dengan drama. Mendramatisir semua keadaan. Mendahulukan perasaan dibanding logika.

Back then, I am a woman.

Semua cewek pada dasarnya gitu gak?

Gue ga melakukan pembelaan ya, tapi gue rasa setiap cewek bakal kaya gitu.

Gue jengah dengan situasi di kantor dan di rumah.

Gue stress, penuh tekanan.

Dan gue mungkin akan datang bulan sehingga perasaan gue ga karuan banget banget.

Gue cuma manusia biasa, yang masih butuh pengakuan dan penghargaan orang lain. Dan itu… Salah.

Gue harus belajar berjuang dalam diam.

Orang-orang ga perlu tau perjuangan gue macem apa. Gue harus belajar berjuang dalam diam.

Bukan drama queen yang perjuangannya disinetronkan. Bukan.

Berjuang ya sista. Ayo yo.

Aminef dulu, kayanya Brunei ga ada tahun ini 😦

Uncle Sam fighting!

Benci

Eits hati-hati ya bukan banci loh, tapi benci. Hehe. Iya, benci. Benci itu hate. Ga suka. Kesel. Marah. Pokonya hal negative. Sentimennya negative. Aku pernah benci orang, tapi ga lama. Ga suka aja. Orang yang melanggar hukum Allah, orang yang rese dan ngeselin. Tapi aku cuma benci perbuatannya. Cuma benci sikapnya. Ga pernah aku benci orangnya.

Aku pernah difitnah orang, bukan sekali. Tapi setiap kali aku difitnah, pasti orang yang fitnah aku ga mau ketemu lagi sama aku. Suka nunduk malu gitu kalo ketemu.

Aku ga pernah tau apa alasan orang benci aku.

Kadang kalo aku marah, cuma untuk hari itu aja. Waktu itu. Setelah semua clear, sudah.

Tapi apa yang terjadi sekarang, lain banget. Mungkin ada beberapa orang yang ga suka sama aku. Aku terima. Bahkan orang itu ga mau aku terlibat proyek di perusahaan, aku terima. Aku dicuekin, aku terima. Aku dihina, aku juga terima.

Ketika orang benci aku karena aku salah. Yah mau gimana lagi, aku cuma bisa minta maaf. Kalau aku harus memohon-mohon untuk ga benci aku, yah aku ga bisa. Suka atau ga suka sama orang, kan itu hak seseorang.

Well, ada sih yang sakit. Saat aku tau ada orang yang senang kalau aku pergi. Benar kan, bahwa setiap orang akan pergi menggantikan dan digantikan. Aku termasuk orang yang percaya bahwa Allah akan selalu kasih yang terbaik untuk aku. Aku sedang diuji prasangka buruk, insecurity dan rasa sombong. Padahal aku ga punya apapun. Aku ga punya apa-apa, semua titipan aja.

Astagfirullah aladzim…

Untuk semua yang benci aku dan berharap aku pergi jauh. Aku minta maaf untuk semua amal burukku. Aku akan pergi, dengan kebaikan. Aku bersiap dan sedang persiapkan hal itu. Jadi, sabarlah. Jika berharap tak aka bertemu lagi. Tak apa. Jika kalian butuh aku, aku akan ada.

I am hiking on my success, now. See you on the peak then.

Boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu amat buruk bagimu dan boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu amat baik bagimu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui.

Ngayogyakarta Hadiningrat 1

Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat (꧋ꦤꦒꦫꦶꦏꦱꦸꦭ꧀ꦠꦤ꧀ꦤꦤ꧀ꦔꦪꦺꦴꦓꦾꦑꦂꦡꦲꦢꦶꦟꦶꦁꦫꦡ꧀꧉) adalah nama asal dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Provinsi ini dipimpin oleh seorang gubernur yang juga Sultan dari Kerajaan atau Kesultanan Yogya, Sultan Hamengku Buwono. Konon menurut cerita dan sejarah, kesultanan ini merupakan pecahan dari Kesultanan Solo alias Surakarta.

Okay, tapi aku ga akan cerita soal kesultanan apapun sekarang. What I want to tell you is about my trip there. Yup! Dari tanggal 18 November malam sampai 21 November malam, dyah pergi ke jogja. Ngapain? Aku lari. Lari dari hiruk pikuk kota dan ramainya hati. Hhehe. Jalan kali rame.

Well, serius ah. Jadi aku pergi bareng temenku. Teman kuliah dulu. Kita rencanain liburan ke Jogja, yang ga terlalu jauh dan relative murah aja.

Aku berangkat pake kereta lodaya malam. Kita berangkat pukul 18.55, dari Stasiun Bandung ke Stasiun Tugu Yogyakarta.

*Aku rencanain mau berangkat dari kantor tapi malu ah bawa koper gede gitu, kaya lemari. Akhirnya pas hari jumat, aku berangkat jam 4 dari rumah. Dan macet parah sodara-sodara di Jl. Dago. Aigooooo. Lain kali kamu harus menyediakan waktu cukup lama ya untuk sampai ke stasiun dari arah Dago/Bandung Utara. Apalagi jika itu adalah hari Jumat sore.

Okay, singkat cerita, aku sampe di Stasiun jam setengah enam kemudian mengeprint tiket di counter Self Check-in. Alhamdulillah. Kemudian setelah shalat maghrib dan Isya yang di-jama-qashar, maka kami langsung naik ke kereta api Lodaya Malam. Keren loh keretanya. Alhamdulillah kursi kami lebih oke dibanding gerbong lain. Kami berangkat tepat pukul 19 malam.

Kami menghabiskan waktu di kereta, dengan menonton tayangan sejarah Kereta Api Indonesia. Temenku sampai hatam dan hafal. Hehehe. Terus ada film West gitu. Ceritanya ga jelas juga. Hehehe. Alhamdulillah pukul 3 lebih kami sampai di Stasiun Yogya. Yeaaah.

Sampai di sana, foto dong di tulisan Yogyakarta, di lampu malam yang romantis dan rel kereta yang masih membisu. Well, rencana awal adalah kami langsung pergi ke Punthuk Setumbu, tapi karena temanku dari Jakarta belum sampai, rencana itu batal.

Okay…. Cerita selanjutnya, di episode nanti ya. It is time for me to face excel file lagi…. Hihihi.

Bonne adieu

Well, saat kamu merasa sendiri, kamu akan berpikir: seandainya sekarang aku pergi, ini adalah jalan terbaik.

Saat kamu merasa dunia membencimu dan kamu adalah orang paling bersalah, kamu akan berpikir: cukup, aku akan pergi meninggalkan dunia.

Pergi dengan luka yang masih menganga bukanlah jalan terbaik. Pergilah dengan benih kebaikan.

Bismillah.

Untuk kepergian yang segera.

15 november

Selamat tambah usia ya dyah kania pitaloka.

Tambah umur harusnya tambah ilmu.

Harusnya tambah bijak.

Harus bisa manage emosi dan ego.

Semoga makin sholehah dan berbakti sama mama dan papa.

Bisa jadi tiket orang tua untuk masuk surganya Allah swt.

Semoga bisa selalu husnudzon ke semua hal dan ke Allah swt.

Semoga di umur segini bisa diamanahi sama Allah untuk jadi muslimah sholehah, dapet scholarship di luar negeri, dan menikah dg laki2 yang sholeh, mapan dan baik luar dalam.

Semoga ke depannya Allah makin lancarin rezekinya.

Semoga sukses tabungannya, tabungan akhirat dan tabungan hajinya.

Semoga fokus hidupnya untuk Allah swt dan memuliakan orang tua.

Semoga selalu ada senyum bahagia di muka dyah setiap hari.

Semoga makin fokus kerjanya.

Semoga barokah rezekinya.

Sukses juga fitnessnya, yes.

No excuse darling, keep struggling then. Fighting!!!

Bismillah, 27 achieve your aims, Allahu akbar 🙂