kerikil itu kadang bisa mengalihkan fokusmu

Well, badan saya masih lelah karena hari minggu kemarin saya menghabiskan waktu dari pagi sampai maghrib di luar kota. Saya berangkat dari pukul 5 dan baru kembali ke rumah pukul 12 malam. Bukan tanpa alasan, saya pergi ke sana untuk tujuan yang baik.

Nasihat seorang sahabat dan seorang tua yg bijak adalah saya harus fokus. Fokus ternyata tidak semudah itu. Saya banyak mendapat cibiran dari orang yang saya kira dekat dan bisa memahami saya. Saya tidak sedih, namun akhirnya saya marah. Saya emosi. Astagfirullah.

Saya saat ini sedang diuji bahwa memang kasih sayang manusia itu ada batasnya. Saya tidak butuh cibiran mereka. Yang saya butuhkan adalah fokus.

Hinaan dan perkataan yang mereka berikan pada saya akan saya terima dengan hati yang baik. Meskipun saya masih kesal. Tapi saya akan fokus dan belajar memaafkan mereka. Biarlah. Biar itu menjadi penguat doa saya. 

Saya akan menikah InsyaAllah tahun depan, maka saya perbaiki diri saya. Saya mulai bangun pagi dan belajar menyiapkan semua. Saya harus lebih siap. Saya sudah daftar gym karena saya ingin lebih sehat. Saya akan berusaha bisa mendampingi dan melangkah seiring dengannya. Yang saya lakukan dalam penantian ini adalah menunggu. Biarlah orang2 yang menjadi pesorak itu. Biarlah. Memikirkan mereka hanya membuat lelah….

.

.

.

.

Focus on good. Yosh!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s