Sabtu Bersama Bapak

Harga diri kamu datang dari dalam hati kamu dan berdampak ke orang luar.
(Nasihat Bapak yang diingat Saka)

Rencana, rencana, rencana.

(Nasihat Bapak yang diingat Satya)

Hari ini saya menonton film Sabtu Bersama Bapak. Film ini diangkat dari novel berjudul sama karangan Aditya Mulya, penulis yang terkenal lewat karyanya Jomblo. Saya awalnya tertarik membaca novelnya, namun kesibukan saya belakangan ini jelas membuat saya tidak bisa membacanya. Maka setelah menonton trailer film ini, saya langsung memutuskan untuk menonton film ini, sama mama.

Film ini dibuka dengan adegan persis sama dengan trailer. Gunawan (Abimana) yang terserang kanker bersama sang istri, Itje (Ira Wibowo), mulai membuat video yang berisi pesan masa depan untuk anak mereka Satya (Arifin Putra) dan Saka aka Cakra (Deva Mahenra). Setelah tumbuh dewasa, Satya menerapkan seluruh titah sang ayah. Begitupun Saka yang menurut nasihat ayahnya bahwa menikah itu harus menjadi lelaki yang kuat. 

Apakah pesan Bapak setiap hari Sabtu mampu membuay Satya menjadi ayah dan suami yang baik? Apakah Saka dapat menjadi lelaki dan imam yang kuat untuk mendapatkan jodoh yang baik? Apakah Itje mampu mengantarkan anak-anaknya ke jenjang kuliah dan bahtera pernikahan? 

Pertanyaan di atas akan dijawab penuh di film berdurasi kurang lebih 2 jam ini. Selain itu ada banyak nasihat dari Sang Bapak untuk anak-anaknya yang bisa jadi membuat penonton tergugah dan semoga terinspirasi.

Intermezo

Tadi aku sama mama nonton di XXI Ciledug, pas aku sama mama lagi nunggu untuk masuk ke studio 4, ada Deva Mahenra dan Arifin Putra keluar dari studio,,, kyaaaaa ๐Ÿ˜€

Well, karena no pic is hoax, maka saya foto aja ah untuk bukti. Aduh ya, ga nyangka.

Yang jelas, film Sabtu Bersama Bapak ini punya cerita mirip dengan hidup saya. Saya sangat dekat dengan Papa. Papa pun banyak memberi saya nasihat, wasiat dan inspirasi. Dari mulai kerja dulu baru dapat makan, mencari sepatu kamu sendiri sampai Papa meminta anak-anaknya untuk punya cita-cita, rencana masa depan dan bisa menempuh pendidikan dan karir harus lebih, minimal setingkat yang Papa raih.

Aku masih inget, Papa bilang Papa seneng lihat aku ngaji. Papa seneng aku menurup aurat. Papa seneng lihat aku bangun malam dan belajar. Papa seneng aku punya inisiatif. Papa percaya aku. Aku janji sama diriku sendiri dan Tuhan, Allah swt, bahwa aku sudah tulis mimpi dan cita-cita aku, aku sedang berusaha menembus itu sebelum batas waktuku.

Aku bersyukur karena Allah sudah kasih aku keluarga, teman dan orang yang ada di sampingku untuk percaya dan mendukungku.

Makasih, untuk seseorang yang bilang bahwa dia percaya kalau aku bisa tepatin janjiku ke Papa. Seseorang yang cerewet bahwa aku cukup hanya serius dan fokus. Seseorang yang selalu bilang bahwa aku hanya terlihat lemah, tapi dia percaya bahwa aku sebetulnya kuat.

Duh, jadi OOT. Yang jelas, selama orang tua masih ada, aku janji sama Allah, aku yang akan kuat, aku yang akan ada di depan, aku yang akan bahagiain Mama dan Papa di dunia dan akhirat. Kalau Papa bisa, bi iznillah, semoga Allah layakan aku agar aku bisa dan aku akan jadi istri dan ibu yang baik untuk anak-anak dari lelaki yang percaya sama aku. Aamiin.

#RinduAyah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s