Keputusan Besar 1

Well, in my opinion everyone will decide a big decision.

Setiap orang akan memutuskan suatu perkara besar. Either itu ngaruh untuk hidupnya aja or itu ngaruh juga untuk orang kebanyakan.

Kita mulai dari skup yang kecil dulu ya, KEPUTUSAN YANG NGARUH KE DIRINYA SENDIRI.

Kemarin, adik saya juga memutuskan sebuah keputusan yang besar, MEMILIH SURPLUS DARI KANTORNYA. Well, awalnya sih saya tebak karena sebentar lagi dia mau pindah ke Kalimantan, dia akan melepaskan pekerjaannya. Terus karena jika disurplus akan menerima uang yang lumayan, saya pikir juga uang adalah salah satu motivasinya. Dalam hati, saya cuma bergumam, eh kok dia sesederhana itu. Ga mungkin banget adik saya ga mau punya carrier di hidupnya. Well, emang ternyata dia punya rencana lain, untold story, tapi akhirnya saya tau juga. Adik saya itu ga akan mungkin betah jadi pengangguran. Pasti udah punya ancang-ancang untuk hidupnya.

Memilih untuk surplus adalah salah satu keputusan besar dia. Kenapa keputusan besar? Karena di perusahaan itu, dia adalah satu-satunya lulusan terbaik dari institut teknologi di kota kami. Perusahaan itu pasti akan sangat sayang melepaskan orang yang capable seperti dia. Dihadapkan dengan promosi dan naik gaji, dia akhirnya memilih untuk off. Maka wajar kan kalau saya bilang keputusannya itu memang keputusan yang besar?

Well, setiap keputusan pasti berbuah konsekuensi. Saya masih belum tahu konsekuensi apa yang akan dihadapi adik saya. Bergabung selama 2 tahun di perusahaan tersebut bukanlah perkara yang bisa dibilang mudah. Sudah berapa proyek yang dia pegang? Sudah berapa kota yang dia singgahi? Bukan 1 atau 2. Yang jelas beberapa genggam asam dan garam sudah ia cicipi. Mulai dari mandi tanpa lampu di Kalimantan agar tak melihat airnya yang tidak jernih sampai harus menahan lapar karena semua makanan yang disajikan pihak kantor sudah tidak fresh lagi.

Keputusan besar, semua manusia pasti akan melewati dan menjalani sebuah keputusan yang besar. Selain adik saya, masih ada orang-orang terdekat yang memutuskan keputusan yang luar biasa dalam hidupnya. Ya, termasuk saya. Saya pikir sudah banyak sekali keputusan yang saya buat. Meski terkadang ragu tapi manusia memang harus memutuskan sesuatu kan? Kalau bukan kita yang memutuskan untuk berubah, siapa yang mau putuskan semua itu? Saya pernah dapat nasihat, siapa yang mau jadi sutradara hidup kamu? Orang lain? Atau dirimu sendiri? Okay, besok kita lihat lagi ya keputusan-keputusan besar yang lain. Sampai jumpa besok.

Ikhlas itu…

Tadi pagi ada mas tukang sampah dateng ke rumah. Rutin selalu datang. Terus aku minta mama tanya, kapan mas mau pulang kampung dan setelah itu mama minta uang 10 rb untuk dikasihkan ke mas sampah. terus aku bilang, ga ada mah, ada sih ketang tapi dari mama aja ah.

Taunya tadi pas di kantor, aku sadar dompet aku ga ada. Hilang. Aku aja ga percaya. Betapa aku ceroboh. Mungkin dompetnya diambil orang atau jatuh di angkot. Yang jelas aku kehilangan banyak hal. Ini kali kedua aku kehilangan dompet.

Yang pertama sewaktu SD dulu, uangnya ada 20 rb. Dan terakhir (aamiin) yang sekarang, ada banyak barang ada uang koleksiku dari teman2 yang jelas bener-bener banyak kenangannya.

Mau gimana lagi, aku ridha. Yang jelas, aku merasa bersalah. Coba kalo tadi pagi aku infaq dulu. Aku ga akan nyesel sekarang.

Astagfirullahal adzim….

Bener-bener belajar ikhlas. Dosa yang mana ya Ya Allah yang membuatku diuji kaya gini. Maafin aku ya Allah 😦

#ga tau kenapa tp aku yakin dompetnya bakal balik lagi. Well, meskipun banyak kenangan, ikhlas saja.

Why do I love you?

Aku sayang banget sama kalian.

Aku besar sama kalian.

Aku pernah marah, tertawa, nangis, ketakutan bareng kalian.

Aku mungkin pernah melindungi kalian, tapi aku juga sering kalian lindungi.

Aku sayang kalian.

Bismillah, semoga harapan kalian yang ada di pundakku, bisa kuwujudkan dengan cara yang baik dan waktu yang tepat sesegera mungkin.

Love you my big family 🙂

Mengeluh

tadi bos saya ngasi tebak-tebakan. katanya: “yang gaboleh manusia lakukan itu apa ?”…

jawabannya:

“yang paling krusial yang gaboleh manusia lakukan itu mengeluh
shuriken_89: mengeluh itu bisa berkaitan dengan rasa syukur
shuriken_89: mengeluh itu menjadi kita mengerjakan semua larangan
shuriken_89: karena berkurangnya rasa iman dari mengeluh
shuriken_89: bener ga sih ?”

well bener banget, kalo kita kebanyakan ngeluh dan ga bersyukur maka sama Allah ya gakan ditambah dong dong dong nikmatnya. Allah berfirman di surat ibrahim ayat 7:

63783be903778d285bcebf0433a35c61

tuh, tuh tuh, jelas banget kan.

ya kalo kita ngeluh terus, Allah ga akan nambahin nikmat kita..

Bismillah, semoga kedepannya senantiasa akan selalu bisa bersyukur sama Allah SWT. Aamiin 🙂