Menunggu

Well, you said that while waiting we could learn so much. We could improve ourselves. Both of us could learn everything while waiting. The most essential thing from waiting is being more patient.

You said again. It was not a fault when I told you that I really wanted to achieve higher education.

Mr A, you know, we eventually meet again after a while. After we has been focused for our future.

It will be so nice if you and me be together. I will, I really want always be your side in the future.

Advertisements

Melihat Dunia

Kemarin Alaya pergi meski hari akan hujan. Jika dia masih Alaya yang dulu, pasti dia akan mundur, mengurungkan niatnya untuk pergi. Namun, sepertinya Aya, nama panggilannya, sudah berangsur berubah. Aya tidak benci hujan, dia nyaris tak pernah membenci apapun dalam hidupnya. Aya hanya tidak suka basah, dia pernah punya memori bahwa basah membuat bajunya mudah kotor dan dia tidak terlalu suka kotor. Aya mungkin sedikit perfeksionis, dia dengan mudahnya ingin semua menjadi sesuai dengan apa yang ada dalam benaknya. Ah apakah Aya memang benar seperti itu?

Hari sebelumnya Aya tidak sengaja bertemu seseorang di sebuah kampus. Kampus impian Aya di masa lalu. Pada hari itu Aya berusaha menghindari pandangan perempuan itu. Seorang gadis bermata bulat yang dilindungi dengan lensa buatan berwarna coklat, yang tentu semakin membulatkan matanya, rambutnya ikal diikat agak ke atas. Hari itu memang panas. Aya menghindar karena ia bingung berbasa-basi. Aya yakin dia pernah mengenal perempuan yang sebaya dengannya itu. Benak Aya pun berputar, mencari kepingan masa lalu. Gadis itu Winda, seorang teman dari teman Aya saat SMA dulu. Aya mengingatnya. Di hari itu, meski tak sengaja berhadapan beberapa kali, Aya berusaha menghindarinya. Aya berpikir, toh perempuan itu tidak mengenalinya juga.

Saat hujan akan turun, Aya mendekati supir angkutan yang ditumpanginya, “Pascasarjana Unpad ya Pak.” Aya meminta sang supir menunjukkan arah letak bangunan itu, almamaternya.

Kita memang tidak pernah tahu, meski berusaha mengelak ribuan kalipun, takdir-Nya tak akan pernah bisa terhindar.

“Kamu mau ke sana? Aku juga. Aku tahu tempatnya. Ayo bareng aja!” suara seorang gadis berbaju hitam di samping pak supir. Dia, gadis bernama Winda yang sehari lalu Aya berusaha menghindarinya.

Berpura-pura tak saling mengenal kemudian bertukar kata, akhirnya saling bercerita. Kami kenal dahulu. Setiap bagian hidupmu akan selalu ada. Meskipun kau berusaha mengelak dan menghindar. Dia ada. Akan selalu ada.

My reminder

“Apabila nafsumu mengajakmu membicarakan aib dan kejelekan saudaramu, ingatlah bahwa kamu juga punya kejelekan dan aib, hanya saja Allah masih menutupnya. Allah bisa saja membuka aib mu jika menghendaki. Kamu bisa jadi pembicaraan manusia siang malam. Kalau kamu ingat itu, pasti kamukn malu di depan Allah SWT.”

-Syaikh Muhammad Sa’id Ramadhan Al Buthi.

Sumber : Kalam Ulama

Copas, dr tetangga

Januari 2013 mulai menulis di tumblr. Followersnya pernah 1000an. Tapi postingan setahun terakhir tentang hijrah, hikmah, kisah kasih halal, keyakinan, renungan, isi quran, dan hadits berhasil bikin followers berkurang sampe sekitar (nyisa) setengahnya haha. *kemungkinan besar followers sebelumnya adalah orang-orang sombong yang salah satu cirinya, menolak kebenaran? Wallahu alam.

Aku tak mengapa, aku akan tetap menulis. Ya, membuat setiap tulisan yang siap dipertanggungjawabkan. Bukankah sesungguhnya setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban? (QS. Al-Mudatsir: 38) Termasuk tanggung jawab tulis menulis 😂

Ini akhir zaman kan bray? Injury time? Hehe. Kudu tetep semangat menyampaikan kebenaran. Tetep konsisten mengingatkan kebaikan. Pun tetep komitmen buat saling menasihati dalam kesabaran. Yakin pisan da sama semua keputusan Allah. Sesungguhnya saat telah diberi-Nya petunjuk, Allah tidak akan pernah menyesatkan kita. (QS. At-Taubah: 115) #luruskanniat #tegakkansyariat

Siapapun akan sesat sesaat sebelum menemukan pilihan yang tepat. Mereka bilang hidup adalah pilihan? Memang benar. Dan ini pilihanku. Pilihan untuk berkarya dengan iman. Semoga Allah kuatkan 😊

Bagaimana dengan kamu? Selamat memilih ya. Semoga Allah menuntun kita selalu di jalan yang lurus aamiin.