Syakwasangka

Mata itu jendela hati. Terkadang begitu mudah berprasangka hati orang hanya karena tatapan matanya. Begitu mudah berprasangka, mengerikan. Karena rosul saw bersabda, sebagian dari prasangka itu adalah dusta.

Advertisements

Take or give?

Kata orang, persahabatan itu take and give. Memberi dan menerima. Kenyataannya hampir semua merasa persahabatan itu hanya memberi saja. Satu sisi. Padahal, kita pun menerima, meski dari sisi yang lain. Jadi, tak apa jika kita memberi. Karena barang siapa memberi, dia takkan rugi.

., Netherland dalam Lamunan

Hari ini juga masih sama, aku berjalan menuju tempat kerjaku. Dalam langkahku, juga dalam benakku aku berkata pada diriku sendiri. Aku ingin menulis lagi.

Aku berjalan, menatap jalanan sekitar yang mulanya aku tidak tahu bahkan merasa heran apakah aku bisa melewatinya. Saat aku yang berbicara pada benakku dan sangat ingin menulis seperti dulu lagi. Aku berpapasan dengan seorang pengendara motor yang dengan melihatnya lamunanku buyar kemudian menilainya, nampak dia sedang merasa terganggu. Entah karena apa. Aku hanya bisa membaca wajahnya.

Aku melamun lagi. Setiap menulis blog, tulisanku hanya singkat dan sama sekali tidak bermakna. Aku ingin sekali menulis sebuah tulisan yang baik. Dulu, banyak karya, banyak yang tidak tamat dan jelas ceritanya. Sehingga aku punya tulisan saat aku kelas 10 dulu. Sebuah cerpen yang mirip dan sangat terpengaruh dengan kisah Dealova. Sangat mirip kata temanku.

Entahlah, nampaknya di tahun terakhir Sekolah Menengah Atas, aku pun punya cerpen yang baik. Ceritanya orisinil. Karyaku. Sayang, karena aku meng-upgrade komputerku, semua data hilang. Termasuk cerita pendek itu. Ada beberapa kurasa. Tidak hanya satu buah cerita.

Aku ingin menulis lagi. Mungkin itu kenapa aku bersemangat dengan blog ini dan aku pun bersemangat untuk pergi berkelana.

Itu juga mungkin yang menjadi motivasiku untuk menjadi seorang diplomat. Bayangkan, betapa menariknya menuliskan keseharianmu menjadi seorang abdi negara sekaligus duta yang mengemban tugas atas nama negaramu di muka dunia. Baiknya, Allah menyiapkan yang lebih indah bagiku daripada menjadi seorang duta negara.

Oh ya, masih ingat Kakak? Sekarang dia di Belanda. Aku sudah lama tidak berkomunikasi dengannya, terakhir saat dia bercerita bahwa dia sakit dan terpaksa menunda beberapa urusan. Kini dia tersenyum lagi, di tanah oranye. Kata Sterdam, Belanda itu Negeri Van Oranye. Kamu tahu arti kata Van bagi orang Belanda? Seperti ‘bin’ dalam Bahasa Arab. Kalau di Belanda, jangan lewatkan hari Oranye se-Belanda. Kamu harus pakai semua warna Oranye yang kamu punya, mungkin termasuk jeruk yang kamu miliki di rumah. Haha. Atau kamu harus membeli barang-barang berwarna Oranye.

Belanda, ya Belanda. Yang kata orang, Belanda pernah ‘menjajah’ Indonesia untuk 300 tahunan. Beruntungnya, aku masih belum percaya. Ayo kita ke Belanda. Baca sejarahnya di Leiden.

Maafkan untuk kembali out of context. Tapi aku memang sedang sangat ingin menulis. Sangat ingin menulis. Oh ya, ada suatu kata-kata yang akan kumasukan ke tulisanku kelak, jika aku tidak lupa.

Tuhan, keinginanku sederhana, aku hanya ingin bahagia, dan dengannya, orang lain pun ikut bahagia.

Well, mungkin kata-kata asalnya tidak seburuk kutipan di atas, tapi aku memang ingin memasukan kata-kata itu dalam tulisanku. Entah kapan, entahlah kapan aku bisa menulis lagi. Ada banyak cerita yang aku tak mungkin tuangkan sembarangan. Mungkin cerita itu terkubur lama dalam benak sehingga memudar dan tak nampak lagi. Tapi aku ingin menggalinya. Semua cerita.

Seperti pertanyaan terakhir IELTS Speaking Test kemarin, semua kisah baik dan buruk akan aku kenang dan ambil pelajaran darinya. Benakku akan melupakan semua trauma atau duka, tidak mutlak melupakannya, benak hanya mencoba. Secara alami, ingatan berkesan apapun itu, akan kembali. Bukan untuk kengerian, tapi pelajaran.

My IELTS story: Allahu Akbar!

IELTS test is something essential in my life. I should take it in order to meet the requirements of the uni and scholarship. Well, I had the test on last 12th to 13th of March 2016. Alhamdulillah I hope that I did great.
I want to share the story on my speaking test in the second day. It was spectacular, I really want to thank my Lord, Allah Swt.
I had the test at 11.20 am, because of the break, I should wait about 1 hour to have the test.
While waiting the test, my friend tried to have an exercise. She asked me and I asked her. MasyaAllah, Alhamdulillah, when I had the test, what examiner asked me was the questions that my friend and I exchanged each others.
Allahu akbar! I really thank my God. Thank Allah. Allahu akbar!
Bismillah, I hope I will get the right score and fulfill the requirements of scholarship n uni. Aamiin.
Bismillah, the result will be ready on 25th of March 2016 on the website, and 28th of March 2016 for the printed certificate. Bismillah, bismillah, bismillah….