., Netherland dalam Lamunan

Hari ini juga masih sama, aku berjalan menuju tempat kerjaku. Dalam langkahku, juga dalam benakku aku berkata pada diriku sendiri. Aku ingin menulis lagi.

Aku berjalan, menatap jalanan sekitar yang mulanya aku tidak tahu bahkan merasa heran apakah aku bisa melewatinya. Saat aku yang berbicara pada benakku dan sangat ingin menulis seperti dulu lagi. Aku berpapasan dengan seorang pengendara motor yang dengan melihatnya lamunanku buyar kemudian menilainya, nampak dia sedang merasa terganggu. Entah karena apa. Aku hanya bisa membaca wajahnya.

Aku melamun lagi. Setiap menulis blog, tulisanku hanya singkat dan sama sekali tidak bermakna. Aku ingin sekali menulis sebuah tulisan yang baik. Dulu, banyak karya, banyak yang tidak tamat dan jelas ceritanya. Sehingga aku punya tulisan saat aku kelas 10 dulu. Sebuah cerpen yang mirip dan sangat terpengaruh dengan kisah Dealova. Sangat mirip kata temanku.

Entahlah, nampaknya di tahun terakhir Sekolah Menengah Atas, aku pun punya cerpen yang baik. Ceritanya orisinil. Karyaku. Sayang, karena aku meng-upgrade komputerku, semua data hilang. Termasuk cerita pendek itu. Ada beberapa kurasa. Tidak hanya satu buah cerita.

Aku ingin menulis lagi. Mungkin itu kenapa aku bersemangat dengan blog ini dan aku pun bersemangat untuk pergi berkelana.

Itu juga mungkin yang menjadi motivasiku untuk menjadi seorang diplomat. Bayangkan, betapa menariknya menuliskan keseharianmu menjadi seorang abdi negara sekaligus duta yang mengemban tugas atas nama negaramu di muka dunia. Baiknya, Allah menyiapkan yang lebih indah bagiku daripada menjadi seorang duta negara.

Oh ya, masih ingat Kakak? Sekarang dia di Belanda. Aku sudah lama tidak berkomunikasi dengannya, terakhir saat dia bercerita bahwa dia sakit dan terpaksa menunda beberapa urusan. Kini dia tersenyum lagi, di tanah oranye. Kata Sterdam, Belanda itu Negeri Van Oranye. Kamu tahu arti kata Van bagi orang Belanda? Seperti ‘bin’ dalam Bahasa Arab. Kalau di Belanda, jangan lewatkan hari Oranye se-Belanda. Kamu harus pakai semua warna Oranye yang kamu punya, mungkin termasuk jeruk yang kamu miliki di rumah. Haha. Atau kamu harus membeli barang-barang berwarna Oranye.

Belanda, ya Belanda. Yang kata orang, Belanda pernah ‘menjajah’ Indonesia untuk 300 tahunan. Beruntungnya, aku masih belum percaya. Ayo kita ke Belanda. Baca sejarahnya di Leiden.

Maafkan untuk kembali out of context. Tapi aku memang sedang sangat ingin menulis. Sangat ingin menulis. Oh ya, ada suatu kata-kata yang akan kumasukan ke tulisanku kelak, jika aku tidak lupa.

Tuhan, keinginanku sederhana, aku hanya ingin bahagia, dan dengannya, orang lain pun ikut bahagia.

Well, mungkin kata-kata asalnya tidak seburuk kutipan di atas, tapi aku memang ingin memasukan kata-kata itu dalam tulisanku. Entah kapan, entahlah kapan aku bisa menulis lagi. Ada banyak cerita yang aku tak mungkin tuangkan sembarangan. Mungkin cerita itu terkubur lama dalam benak sehingga memudar dan tak nampak lagi. Tapi aku ingin menggalinya. Semua cerita.

Seperti pertanyaan terakhir IELTS Speaking Test kemarin, semua kisah baik dan buruk akan aku kenang dan ambil pelajaran darinya. Benakku akan melupakan semua trauma atau duka, tidak mutlak melupakannya, benak hanya mencoba. Secara alami, ingatan berkesan apapun itu, akan kembali. Bukan untuk kengerian, tapi pelajaran.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s