Uncovering…

Naudzubillahi min dzalik. Semoga Allah melindungi hati kami dan pikiran kami dari hal seperti judul di atas.

Menyakitkan memang, jika kamu mengenal seseorang yang melakukannya.

Saya baru saja membaca sebuah artikel di web-online “magdalene.co”, sebuah situs yang memuat berita-berita yang “perempuan” banget.

Salah satu  artikel yang saya baca “http://magdalene.co/news-679-i-will-not-drown-the-journey-to-uncover-my-head.html”. Artikel tersebut jelas amat sangat “merobek” hati saya. Tidak sedikit kenalan dan teman saya yang melakukan hal yang sama dengan penulis artikel tersebut. Bahkan adik angkatan saya keluar dari agama yang sama dengan yang saya anut saat ini, Islam. Dan saya hanya bisa diam. Maafkan saya, Tuhan.

Dia adalah adik kelas yang cukup dekat dengan saya, tiba-tiba dia menghilang dan mulai merasa “lelah” dengan Islam. Saya tahu sedikit tentang alasan dia keluar dari Islam, karena sang ayah yang memaksakan ajaran lain. Sehingga tidak bertuhan menjadi jalan keluar baginya.

Mungkin dengan pilihan hidupnya itu dia menjadi tenang, dengan menampakkan kecantikannya dia mampu melepas stress-nya. Benarkah?

Artikel yang saya baca mengatakan bahwa dia merasa Tuhan tak lagi mendengarnya. Benarkah?

Hal itu sama seperti Karl Marx yang tak sanggup melihat anaknya sakit, sampai Tuhan mengambil anaknya. Dia makin tak percaya Tuhan. Dia marah pada Tuhan.

Mengapa? Apakah mereka benar?

Well, itulah mengapa Islam mengajak kita berpikir. Islam hadir untuk orang-orang yang berpikir.

لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الأمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir.(QS Al Hasyir: 21)

Itu satu dari banyak ayat yang difirmankan Allah.

Saya jadi ingat salah satu postingan lama saya, jika kita mendapat ujian kemudian kita menyerah sebelum berpegang dan berjuang, maka kita kalah.

Ya Allah maafkan saya hanya bisa mendoakan saudara-saudara yang kemudian pergi menjauh dari-Mu padahal setiap hembusan nafasnya sampai detik ini adalah karuniaMu.

Ya Allah maafkan, doa ini hanya selemah-lemahnya iman. Maaf.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s