Orang yang datang..

Well, kemarin mama cerita, ada dua orang yang datang ke rumah (Jakarta). Dua orang dari etnis yang berbeda. Sebelumnya saya harap tidak ada yang tersinggung dalam postingan saya ini. Jadi orang yang datang ke rumah adalah orang yang ingin menyebarkan “ajaran Tuhan”, sesuai dengan kepercayaan mereka. Mereka membawa seperangkat media yang berisi apa yang mereka yakini.

Lalu apakah mama saya langsung menerima mereka? Mama saya jelas langsung balik mendakwahi mereka. Seorang dari mereka seminggu kemudian datang dan menyatakan dia tertarik dengan yang mama saya sampaikan. Well, mama langsung mengantar dia ke mesjid dekat rumah untuk bertemu Ust. Arifin Ilham (Ust. Arifin Ilham mengisi kajian dekat rumah setiap hari Selasa).

Sulit untuk bertemu Ust. Arifin Ilham tanpa janji, namun alhamdulillah mama dan orang itu berhasil bertemu. Well, orang itu pun tidak gampang diterima untuk masuk Islam. Kata Ust. Arifin, orang itu harus benar-benar menemukan keyakinan, maka dia diminta untuk datang lagi seminggu kemudian.

Well, saya sempat berpikir, mungkin ga sih hal yang sama terjadi sama saya. Saya cenderung lemah dalam artian saya sering memikirkan apa yang dipikirkan orang lain kepada saya. Saya suka merasa tidak enak jika sudah berkata atau memandang orang, dan itu sekarang saya coba hilangkan.

Mungkin saja apa yang kamu anggap tidak mungkin terjadi dalam hidup kamu ternyata datang tiba-tiba menghampirimu. Hebatnya, ternyata Allah SWT yang menakdirkan kami bertemu tadi pagi. Tadi sekitar pukul 10 pagi ada dua orang yang datang ke kantor tempat saya bekerja. Seorang yang bekerja di kantor ini mengatakan ada yang mencari seseorang dengan kemampuan berbahasa Inggris. Dan saya yang diminta datang untuk bertemu.

Mereka orang nasrani, mereka mengatakan mereka bukan bagian dari Protestan maupun Katolik. Mereka dari “Jehovah’s Witnesses” atau dalam Bahasa Indonesia adalah “Saksi-saksi Yehuwa”. Saya ga tahu lembaga apa ini, yang jelas mereka bilang mereka mengajak untuk berbuat kebaikan, mereka fokus terhadap moral. Hal yang mereka bahas tadi adalah ‘Honesty’, alias Kejujuran. Dan mereka berjanji untuk bertemu lagi minggu depan.

Karena penasaran, jelas saya bertanya pada teman yang beragama nasrani, dia hanya bilang “Hati-hati”. Well, memang hati-hati. Mereka pasti sudah punya tujuan tertentu yang saya sudah menyimpan dalam benak saya. Mereka ingin mengajak ke arah kebaikan.

Jangan penasaran. Karena Islam adalah agama yang sempurna. Kebaikan jelas diajarkan dalam Islam. Maka, mereka akan datang seminggu ke depan. Dan saya harus menyiapkan banyak hal, mungkin dalam Bahasa Indonesia saja. Jika mereka punya misi, bukankah semua manusia di dunia ini pasti punya misi? Dan Islam adalah rahmatan lil alamin. Maka, bismillah ah, mulai sekarang harus makin dekat dengan Allah SWT., agar apa yang kami lihat adalah penglihatanNya, agar apa yang kami dengar adalah pendengaranNya, dan yang kami ucapkan adalah pengucapanNya. Wallahu’alam.

#positifnya, kalau saya jadi kuliah di luar negeri, harus siap dengan hal-hal seperti itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s