[Review] The Big Four (Empat Besar) – Agatha Christie

Well, saya akan me-review dengan Bahasa Indonesia, campur aja deh. Hehe.

Okay, the first of all, I got the book from my friend, Priska. I borrowed it from her. Saya lama sekali dalam “menghabiskan” buku tersebut, kurang lebih mungkin sebulan lamanya. Lama sekali. Bukan karena tidak menarik, justru sebaliknya. Meskipun buku ini adalah buku karya Agatha pertama yang saya baca dengan tokoh Hercule Poirot, tapi benar kata orang, bahwa buku ini “sangat menarik”. Kamu akan penasaran dengan “mau dibawa kemana sih ceritanya?”

Ada banyak cetakan buku-buku Agatha Christie, ada cetakan pertama, kedua, yang pasti, buku yang saya baca kemarin dicetak pada tahun 1997. Ini dia penampakannya:

image

Well, gambarnya ga begitu jelas ya? Bukunya memang sudah lama, tapi saya benar-benar enjoy membaca buku yang berumur. Suka aja.

Plot

Cerita ini bermula ketika Aku – narator cerita, Kapten Hastings, yang merupakan sahabat baik Poirot, datang berkunjung kepada sahabatnya di London. Pada saat yang sama, justru Poirot sedang bersiap-siap pergi ke Amerika, untuk sebuah kasus di sana, sambil mengunjungi sahabatnya, Hastings. Well, saat mereka “riweuh” untuk pergi mengejar kereta ke Southampton, ada tamu istimewa. Dia sekarat dan terus berkata “Empat Besar”. Meskipun Poirot dan Hastings tidak mengabaikan sang tamu itu, namun mereka tetap harus pergi. Mereka pergi dari flat Poirot, namun tidak meninggalkan sang tamu tanpa pengawasan. Poirot meminta bantuan temannya, seorang dokter untuk menjaga sang tamu. Hari berikutnya, naas. Sang tamu ditemukan meninggal, dengan rapi. Tanpa tanda-tanda mencurigakan. Namun, jam kinetik di ruang tamu Poirot berhenti di angka 4. Apakah ada sangkut pautnya dengan “Empat Besar”, seperti kata si tamu?

Perlahan Poirot mengulang …

Li Chang Yen adalah otak yang memegang kendali. Oleh karenanya dia kunamakan si Nomor Satu.

Nomor Dua ditandai dengan huruf ‘S’ dengan dua garis di tengah-tengahnya—lambang dolar; disertai dua garis dan sebuah bintang.

Nomor Tiga, seorang wanita berkebangsaan Prancis.

Nomor Empat… Si Pemusnah.

 

Lalu, apakah Poirot akan berhasil “menaklukan” dan membongkar identitas Empat Besar?

Saya tidak akan memberikan spoiler, sila membacanya dengan riang karena mungkin akan ada twist atau akan ada yang diluar harapanmu.

Penilaian

Kalau saya harus kurang ajar, saya tidak akan memberi poin sempurna untuk karya Maestro favorite saya ini. Mungkin karena ini selera. Entahlah, saya belum mencari namun mengapa ya formatnya terlihat mirip? Sherlock dan Watson lalu Poirot dan Hastings? Itu mungkin yang membuat saya kurang menikmati.

Namun, itu hanya masalah selera karena saya masih sangat menyukai karya Madame Agatha Christie terutama karya beliau dengan tokoh utama Miss Marple. Kalau orang cenderung aneh, namun selain menggunakan “sel-sel kelabu” ala pria Belgia, kita pun bisa mengaitkan cerita karena kehidupan cenderung sama, seperti kata Miss Marple pada salah satu bukunya.

Okay, selamat membaca.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s