Ayo Baca, Ayo ke Taman Bacaan Hendra :*

Howdy? Semoga semua dalam kondisi baik yaaa. Aamiin.

Well ini postingan kedua saya untuk hari ini. Saya ingiiin sekali posting tentang tempat favorit saya, tempat saya melepas penat dan lelah karena kehidupan yang serba hectic dan pelik. Well, akhirnya saya melangkahkan kaki ke tempat dimana saya mengenal buku pertama kali. Maksudnya, di tempat inilah saya untuk pertama kalinya ‘addict’ dan betah untuk membaca buku dan komik. Ini seperti nostalgia bagi saya.

Well, kalo saya ingat-ingat mungkin dulu saya masih SD, sekitar kelas 2 atau 3, saya belajar untuk mencintai buku. Dulu Uwa dan Papa saya mengajak saya ke Perpus alias Taman Bacaan ini. Namanya, TB. Hendra, ada di Jalan Cihapit No. 28 Bandung. Cukup lama bagi saya untuk akhirnya melepas kangen dengan TB ini.

Betul banget, setelah saya kembali lagi tinggal di Bandung, saya memutuskan untuk menjadi anggota TB ini. TB Hendra masih sama seperti berpuluh tahun lalu, yang jelas koleksi buku semakin melimpah. Saya lupa kapan tepatnya saya menjadi member TB ini, yang jelas, setelah sekian lama saya tak ke sana. Saat masuk ke dalam ruangannya, mata saya langsung menjelajah ke setiap sudut, mengulang kenangan. Dulu saya selalu antre untuk meminjam komik atau buku cerita anak-anak.

Lamunan saya terpecah saat saya menghampiri seorang Ibu yang meski waktu telah lama ia lalui, kaca mata yang memperjelas pandangannya dan sebuah getaran karena sakit yang beliau derita. Ada rasa sedih sekarang, bukan karena TB akan tutup saat itu, tapi ada rasa kehilangan bahwa ternyata jumlah buku tak lagi berbanding lurus dengan para pelanggan. Coba tebak, hanya saya customer pada hari itu.

Beliau pun kaget dan heran, kenapa saya ingin mendaftar jadi anggota? Saya tak bilang kalau saya pelanggan lama. Saya sengaja menjadi ‘orang baru’ dengan minat baru dan kehangatan yang akan menyapa Ibu tersebut.

Terakhir saya berkunjung, Ibu itu sangat bersemangat dan berceloteh tentang sejarah TB itu, beliau bilang TB itu sudah hampir 50 tahun. TB Hendra sudah berdiri dari tahun 1967. Kenapa namanya Hendra? TB ini berdiri di kehamilan kedua sang Ibu. Yes, it is. Itu adalah nama anak kedua beliau.

Beliau cerita, sekarang beliau hanya tinggal dengan cucunya, lelaki, umur 21 tahun. TB itu sudah jadi bagian dari hidup Ibu itu, perempuan tua yang ramah. Entah, selalu ada rasa haru jika terbayang tentang beliau. Bahagia karena buku akan menemanimu dan memberimu ilmu sampai hari tuamu. Buku mungkin akan menua, tapi sayang sekali jika anak muda mulai enggan menua dengannya.

Well, saya selalu meminjam buku serial detektif, karya Agatha Cristie. I really loves her work. InsyaAllah akan menabung, untuk beli karya asli Agatha yang berbahasa Inggris, bermimpi menonton drama dari karyanya, dan berfoto dengannya. Meski sudah tiada, thanks to technology, really wanna go to Madam Tussaud London to meet her 🙂

Aamiin.

Ayo baca! Malu ah, anak muda tapi ga suka baca 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s