Curhat pagi

I shared my story with my mom last night. She could comfort me and encourage me that I should be closer to Allah. Yes, what all I need, everything, Allah bestows us right?
Hm. I again realize that I should change my number to telkomsel because it spent more expensive calling telkomsel from m3. Hmm.

Advertisements

Well, kemarin pas beli nasi goreng, denger obrolan anak2 TPB ITB.

“Makan apa kamu? Nasi goreng? Ga bosen Nasi Goreng terus?”
“Haha engga. Lha? Kamu juga?”
“Iya, haha. Soalnya nyari makan di sini apa coba yang murah dan bikin kenyang? Rasa mah standar.”

Denger percakapan kaya gitu bikin saya mikir. Betapa kita harus bersyukur. Biasanya nih, orang-orang yang kaya gitu yang bakal sukses. Orang yang perih.

Kemarin saya bener-bener bangga sama mereka. Belum tentu yaa, makanan yang kita makan ngaruh ke mana kita akan berkuliah.

Dan mas-mas pedagang nasi gorengnya baru. Lucu mendengar percakapan “Jawi” mereka. Usia mereka mungkin masih belasan. Di usia mereka mungkin saya masih bermalas-malasan main atau memboroskan uang orang tua. Tapi, kemungkinan besar bukan keinginan mereka untuk akhirnya pergi jauh dari rumah, dengan bekal seadanya, jauh dari bangku sekolah, mengambil keputusan yang besar, melangkah ke kota.

Saya bisa jadi marah dengan anak yang sembarangan memakai fasilitas orang tua, les tapi hanya menunduk bermain gadget yang terus menerus lekat di tangan, atau melamun entah memikirkan apa, mungkin pula hanya mojok di ujung kelas, berpacaran, bahkan tak hadir.

Betapa orang tua mereka, kemungkinan besar menaruh harapan yang luar biasa di pundak mereka.

Well, yes memang ga semua seperti itu. Banyak anak yang bertanggung jawab dg semua fasilitas orang tua mereka.

Jika sekarang, kamu duduk di bangku sekolah atau kuliah. Bersungguh-sungguhlah. Ini kesempatan kamu bikin bangga orang tua. Rangking di kelas, IP terbaik, aktif dan sholeh.

Kemarin, aku mendengar cerita pahit akan anak yang sibuk dg dunia mereka. Sehingga tak peduli orang tua. Kamu mungkin enak dibesarkan dg kedua orang tua yang menua seiring dg kedewasaanmu. Tapi kamu pernah pikir orang yang tak tumbuh bersama orang tua. Anak yang mungkin mereka bingung ingin banggakan siapa. Well, bahagiakanlah mereka, orang tua.

Dulu, saat kamu bahkan hanya bisa berkata A, B, saja. Mereka setia tersenyum dan bangga. Mereka bahkan tak tidur jika kamu sakit dan terjaga. Hm. Inilah saat tepat bagimu membalas semua cinta mereka.

Mereka yang dalam diam berdoa dalam setiap langkahmu. Tetap cinta meski kau kasar padanya. Tetap sayang meski kau mungkin lupa bahkan malu tentangnya.

Mungkin kau dulu mengutuk Malin Kundang? Kau bilang dia durhaka. Maka cukupkanlah Malin sebagai bahkan instrospeksimu.

Jika saat ini Mama dan Papa atau Ayah dan Ibu atau Emak dan Bapak ada didekatmu, bilanglah bahwa kau cinta mereka, bertekadlah bahwa kau akan sayang dan membuat mereka bangga, berubahlah menjadi anak yang doanya kelak akan didengar Allah saat mereka tiada.

Jika mereka jauh, doakan dg tulus. Cintai dg hatimu. Yakinlah bahwa Allah akan membalas cintamu pd mereka 😉

UGGNUT

Well, percuma.
Terkadang orang akan menganggap sama.
Tapi hidup dalam pandangan orang lain juga ga ada benarnya.
Kamu akan lelah, karena kamu kan bukan mereka.
Kadang, hidup juga seperti lomba.
Lomba yang tak ada garis finish apalagi hadiahnya.

Well.
Lebih baik sendiri dulu.
Jalani semua sampai teratur.
Nanti saat kamu datang, entahlah.
Itu masih nanti.

Hm, rt

SALAH JIKA KAMU BERPIKIR AKU PERGI, KARENA TIDAK MENYUKAIMU..

Karna aku benar – benar menyukaimu aku memilih untuk mundur.

#
Salah jika kamu berpikir aku mundur, karna tidak serius denganmu. | Karna aku benar – benar serius ingin bersamamu, aku memilih mendoakanmu selagi aku belum mampu menjadi pasangan halalmu.
#
Salah jika kamu berpikir doa saja tak cukup untuk bersatu. | Tahukah kamu ? Selain ikhtiar, ada senjata yang kupunya yakni “doa” . Dengan doa apa yang sulit menjadi mudah, yang berat menjadi ringan, dan yang tak mungkin menjadi mungkin.
#
Mungkin saat ini kamu kecewa. Karna aku lebih memilih menjauh darimu dan mendekat dengan-Nya.
#
Dan mungkin kamu berpikir aku hanya main-main.
#
Datang didepanmu menghadirkan rasa rindu dan cinta.
#
Tapi seketika aku pergi tanpa ada rasa duka.
#
Yakinlah… Bukan inginku menjadikanmu resah dan kecewa.
#
Tapi sungguh aku lebih takut jika Allah kecewa.
#
Aku lebih resah bila takdir dari-Nya tidak berpihak pada kita.
#
Mungkin … Dengan menjauh segalanya menjadi terasa dekat.
#
Dekat dalam doa… Dan percayalah doa mampu mengubah segala yang tak mungkin menjadi mungkin.
Maka… Bersabarlah dalam doa.

(dari @likeislam )

Inspirasi hari ini

“REJEKI BANYAK BENTUKNYA”

Kemarin hujan mulai jam 9 pagi, seorang tukang rujak numpang berteduh di teras ruko saya ( Yeti Haryati) .

Masih penuh gerobaknya, buah-buah tertata rapi. Kulihat beliau membuka buku kecil, rupanya Al Quran. Beliau tekun dengan Al-Qurannya. Sampai jam 10 hujan blm berhenti.

Saya mulai risau karena sepi tak ada pembeli datang.

Saya keluar memberikan air minum.
“Kalau musim hujan jualannya repot juga ya, Pak… ” .. “Mana masih banyak banget.”

Beliau tersenyum, “Iya bu.. Mudah-mudahan ada rejekinya.. .” jawabnya.

“Aamiin,” kataku.

“Kalau gak abis gimana, Pak?”. tanyaku.

“Kalau gak abis ya risiko, Bu.., kayak semangka, melon yang udah kebuka ya kasih ke tetangga, mereka juga seneng daripada kebuang. kayak bengkoang, jambu, mangga yang masih bagus bisa disimpan. Mudah-mudahan aja dapet nilai sedekah,” katanya tersenyum.

“Kalau hujan terus sampai sore gimana, Pak?” tanyaku lagi.

“Alhamdulillah bu… Berarti rejeki saya hari ini diizinkan banyak berdoa. Kan kalau hujan waktu mustajab buat berdoa bu…” Katanya sambil tersenyum.

“Dikasih kesempatan berdoa juga rejeki, Bu…”

“kalau gak dapet uang gimana, Pak?” tanyaku lagi.

“Berarti rejeki saya bersabar, Bu… Allah yang ngatur rejeki, Bu… Saya bergantung sama Allah.. Apa aja bentuk rejeki yang Allah kasih ya saya syukuri aja. Tapi Alhamdulillah, saya jualan rujak belum pernah kelaparan.

“Pernah gak dapat uang sama sekali, tau tau tetangga ngirimin makanan. Kita hidup cari apa Bu, yang penting bisa makan biar ada tenaga buat ibadah dan usaha,” katanya lagi sambil memasukan Alqurannya ke kotak di gerobak.

“Mumpung hujannya rintik, Bu… Saya bisa jalan ..Makasih yaa ,Bu…”

Saya terpana… Betapa malunya saya, dipenuhi rasa gelisah ketika hujan datang, begitu khawatirnya rejeki materi tak didapat sampai mengabaikan nikmat yang ada di depan mata.

Saya jadi sadar bahwa rizki hidayah, dapat beribadah, dapat bersyukur dan bersabar adalah jauh…jauh lebih berharga daripada uang, harta dan jabatan…

***
MANUSIA dan BOTOL

1. Kalau diisi air mineral, harganya 3ribu…

2. Kalau diisi jus buah, harganya 10ribu…

3. Kalau diisi Madu Yaman, harganya Ratusanribu…

4. Kalau diisi minyak wangi chanel harganya bisa jutaan.

5. Kalau diisi air got, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena langsung tiada harganya dan tidak ada siapa yg suka.

Botol yg sama tetapi harganya berbeda sebab apa yang terisi di dalamnya adalah berbeda…

Begitu juga kita…kita semua sama…kita semua manusia…yang membedakan kita antara satu sama lainnya adalah. TAQWA , IMAN & AMAL yang ada dalam diri kita…yang akan menyebabkan kita berharga di sisi ALLAH atau kita dipandang hina oleh ALLAH lalu dibuang ke dalam neraka…

“……sesungguhnya orang yg paling mulia disisi Allah adalah orang yg paling bertakwa,sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha teliti” alhujurot :13.

***

Ke dokter gigi

Hallo there, right now I am in a dentist waiting room. Not too crowded here, only the mothers and their children (I guess they are the patient too, like me) and I, the beautiful one. Haha.

Well, it’s been a long time when I feel uncomfortable with my tooth, graham, hmmm I’ll find in the dictionary later.

Ini, di depan gw sekarang ada keluarga, lucu banget lagi ngomongin siapa nama anaknya. Haha. Aduh lho kok bisa si bapak ama ibu2 ini lupa nama anaknya. Lupa juga tanggal lahirnya. Aigooo.

Terus di sebelah kanan gw, ada ibu dan anaknya. Dengan polosnya tadi si anak ini nanya sama ibunya, ‘Bu, boleh dipindahin ya?’ Kita lagi nonton tv di lobby room nya. Aduh wajar banget ya kalo anak2 polos kaya gitu. Gemes deh liat tingkah laku mereka.

So far, I have been waiting here for 1 and half hour. Sudah ngapain aja? Hmmmm, datang, registrasi, lalu cari makan, sholat, ke toilet, jalan2, jajan, ngeblog, liatin orang2.

Well, back again to my tooth condition. Accidentally, the tooth is broken by a food. I hate that food so much! That broke a half of my graham tooth. So, it’s not a matter at first but then I feel so uncomfotable whenever I eat or drink by using that tooth. So today I decided to go to the hospital.

Fortunately, I have the insurance, I dont know how much I will spend on my tooth case but the insurance range is quite high.

Well, I go to the hospital at 11 a clock and arrive here to the immanuel hospital at 12 pm. Haha. I had quite long way from dago to kopo. Why I choose this hospital? I love this hospital, aigoooo. Love, I say.

I had lived near this hospital for 14 years before. I know this place well. I had always come here before. My family had too.

And now I come here.

Well, seneng nunggu di sini. Karena bisa jalan2. Bener2 me time. Biasanya ke sini cuma ke skin care clinic aja. Tp sekarang ke dental care.

Untuk kamu yang pertama kali perawatan gigi, alias rawat gigi di RS. Immanuel Bdg kamu perlu daftar dulu, kalo saya berhubung dr kecil jd pasien di sini jadi ga perlu daftar dulu. Haha.

Nah, pertama kali datang, kita ambil dulu nomor antrian (by tapping on the red button on the monitor near front desk). Setelah itu, kamu nunggu dulu sampai no antrian kamu dipanggil. Nah, setelah dipanggil, nanti kita ke loket yang ada di front desk.

Di loket kita ditanya sama mba/mas nya, “Mau ngapain mba?” *aduuh ngasal banget gw* maksudnya itu deh ya. Lalu kita jawab “mau rawat gigi mba.” Nah, di sini kita musti bayar sesuai dengan jumlah pendaftarannya. Untuk rawat gigi, tadi sih 60rb. Untuk skin care taun lalu sih 70rb. Lebih mahal skin care mungkin ya?

Well, lepas itu kita dikasih bon lalu  kita ke ruangan yang dituju. Ruangan dental care ada di 2.10. Terus nunggu deh. Kalo ga mau nunggu, datengnya harus pagi. Saya nyampe siang, dan dokter tinggal 1. Jadi terpaksa saya nunggu. Bismillah aja deh. Coz mau kapan lagi coba, untuk datang kemari? Hmm.

Mulai ngantuk nih, nanti saya lanjut lagi ya. Soalnya deg2an juga. My first time in my adulthood nih. Bismillah Robbii..

Okay, saya lanjut yaa. Alhamdulillah hr sabtu kemarin, saya ditangani dokter sekitar jam set 4, bada ashar. Setelah having me time di sana, akhirnya saya ketemu sama dokternya. She was nice. Etnis batak nampaknya, if I see her name. Tapi beliau baik. Suka deh. Umurnya mungkin seumur mama. I was a penultimate patient who could be so patient at that moment. Haha.

Iya saya pasien sebelum terakhir dong. Saya juga ga nyangka saya bs bertahan nunggu selama 3 jam. Haha.

Setelah being observed, saya ternyata cuma mengalami masalah gigi berlubang saja. Dan cukup ditambal. Tapi, sebelum ditambal permanen, gigi saya dirawat dl, dg penambalan sementara. Seminggu setelah kunjungan pertama ini, saya diminta balik lagi ke sana.

Alhamdulillah, gigi saya lsg baik pasca penambalan ini. Jitu memang. Oya, saya juga di-scalling, jadi lebih pede tentunya karena gigi kan memang perlu dirawat 🙂

Okay, sampai jumpa lagi yaa setelah saya ditambal permanen nanti.

Biaya scalling dan tambal dasar di Dental Care RS Immanuel:
1. Biaya Registrasi di bawah 60rb
2. Scalling 200rb-an
3. Tambal Dasar 200rb-an

Ayoo kita jaga kesehatan gigi kita yaaa 🙂

me time

Setiap orang memiliki kebutuhan berbeda untuk menarik diri dari keriuhan.
Masa-masa menyendiri itu penting, bukan hanya karena orang membutuhkan waktu khusus, melainkan juga karena efeknya yang positif.
Ya, masa-masa menyendiri itu bisa dilakukan kapan saja dan dengan cara apa pun asal orang merasa nyaman.
Segala aktivitas yang dapat menenangkan dan menyegarkan kembali dapat dilakukan.
Waktunya juga tidak tentu, tetapi biasanya diambil waktu longgar yang tidak mengganggu kesibukan.
Menurut Naftalia Kusumawardhani, psikolog, saat-saat seperti itu diperlukan.
Itu adalah waktu untuk bertemu dengan diri sendiri.
Itu saat memperhatikan diri sendiri dan semacam nge-charge supaya baterai di dalam diri penuh kembali dan siap beraktivitas dengan bersemangat, kataNaftalia, Kamis.
Manfaatnya bertumpuk.
Yang jelas, setelah me time seharusnya ada ada pemenuhan terhadap kualitas diri.
Itu sebagai pemulihan energi agar lebih positif.
Ketika sudah menyendiri, biasanya orang mulai mengendurkan ketegangan dan mulai mengambil jarak sejenak dari rutinitas untuk menemukan kembali daya hidup spiritual.
Nah, pada saat itu orang bisa lebih bersyukur atas apa yang sudah diberikan Tuhan, baik berupa fisik, sosial, finansial, dan lainnya, tambah Naftalia.
Saat hibernasi itu juga tidak harus waktu yang istimewa.
Naftalia menunjukkan, ia sedang makan di rumah sakit tempatnya bekerja.
Saat makan itu ia menikmati me time.
Makan sendiri sebelum pulang juga bagian waktu spesial saya.
Jadi, di rumah bisa lebih enak ngobrol dengan anak-anak dan lebih positif menghadapi situasi rumah, ujar Naftalia.
Melihat manfaatnya yang luar biasa, biarkan diri menemukan cara paling nyaman untuk menyendiri sejenak, tambahnya.

well, let’s have our me time this week-end insyaAllah 🙂