RT and my comment on it

image

Bila rindu tak mesti bertemu
Bila cinta tak mesti menyapa
Bila senyum tak mesti bahagia
Bila ada air mata pun tak mesti sdg berduka
Kerna kadang apa yang tampak dimata
Tak menjamin demikian rupanya
Ada kala cinta rindu lebih bermakna lewat doa

Semenjak kepergian mu hari itu
Sejujurnya aku merindukanmu
Meski sesekali dengan tangisan sendu
Ternyata mendokan kebaikanmu ada rasa tenang yg menderu

Tak temu tak tegur sapa
Inilah yg harus kita jaga
Meski aku tak pernah tau akhirnya bagaimana
Ntah rasamu akan tetap ada
Dan rasaku seperti apa?
Ntahlah…
Aku bersyukur keputusan ini
Tak sedikitpun menyakiti
Melihatmu baik dari jauh tiap hari
Itu sudah cukup tenangkaan hati
Tuan..
Aku baik baik saja disini
Jagalah dirimu sendiri
Jika benar engkau untukku nanti
Allah pasti tuntun hatimu melangkah menjemput diri ini
Sekarang aku tenang,aku tak membenci
Jika saatnya tiba ombak rindu akan satukan kita kembali

By @zsoleha

Source: a line account

Comment
Well, gatel aja kalo ga comment. Saya kagum sama orang yang ga kegatelan. Memang, suka dg lawan jenis adalah fitrah manusia. Tapi bukan untuk diumbar. Ada orang yg pacaran lalu dia selalu tagging terus sama pacarnya. Ada orang yg pacaran dan ya udah woles aja, malah keliatan kaya sahabatan aja. Nah, perasaan cinta adalah perasaan yang indah. Kita bisa menikmati perasaan itu dg indah. Malah kadang bertemu atau mendengar namanya saja sudah sangat bahagia. Dan masa itu sudah jauh terlewati. Remember or not itu masa smp-sma. Setelah lulus kuliah, perasaan yang ada adalah rasa serius.
Saat saya ngajar siswa SMP, saya sadar ketika mereka cerita aktivitas pacaran mereka ke saya. Saya sadar mengapa dulu papa saya selalu membatasi hubungan saya dg laki2. Jangankan pacaran, teman lelaki sms atau telfon aja papa udah marah besar. Bagi papa, saya cuma boleh berteman. Ga lebih.
Ajaran papa saya ini masih nempel di benak saya sampe sekarang. Dan saya sadar, papa melarang saya karena papa sayang sama saya. Papa ga mau anaknya dipegang atau diapa-apain sama lelaki yang bukan pasangan sah nya.
Well, ketika ada teman yang berpacaran, saya hanya bisa mengingatkan. Mereka sudah dewasa dan punya hak untuk membedakan yang baik dan buruk.
Pacaran saat ini seperti menjadi jalan untuk melampiaskan hawa nafsu. Padahal tanya hati nurani kita, apa kamu mau dipegang, dipeluk, dicium oleh orang lain? Dia belum tentu jadi pendamping kamu di masa depan. Pendamping yang akan menemani sampai akhirat nanti.
Well, terkait dg rindu. Saya ga pernah rindu dg siapapun. Semenjak saya harus memilih jalan hidup saya di sini. Saya belajar untuk tak punya perasaan apapun. Terlalu sakit untuk jatuh hati. Karena dia pasti akan bertemu dg banyak orang dg kualitas yang lebih. Jadi dari dini saya belajar untuk tak jatuh hati. Dia adalah teman yang kelak akan menjadi imam. Saya memperbaiki diri saya di sini. Dia pun pasti akan begitu.
Entahlah sampai kapan kami akan mempersiapkan diri kami masing-masing. Tanpa perasaan apapun. Tanpa ada perasaan rindu. Hanya doa saja. Doa dan tawakal. Karena Allah yang Maha Tahu baikkah dia untukku. Atau ada yang lebih baik.
Aku menjaga diriku, diapun begitu. Aku punya angan yang ingin terwujud, dia juga sama.
Kami akan fokus, aku dan dia. Tak saling menyapa, tak saling ada rasa. Biarlah. Asal Allah ridho. Bukankah dia yang bilang, bahwa sepasang insan yang belum punya ikatan hanya boleh berdekatan ketika Allah tidak melihat mereka. Well, Allah Maha Melihat, jadi tak ada kesempatan untuk berdekatan sebelum akad.
Woles, woles. Tetap istiqomah, tetap fokus dg cita-cita. Bismillah, semoga Allah segera menyatukan kedua jiwa dalam ridho-Nya dalam keadaan yang tepat dan saat yang tepat. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s