RT and my comment on it

image

Bila rindu tak mesti bertemu
Bila cinta tak mesti menyapa
Bila senyum tak mesti bahagia
Bila ada air mata pun tak mesti sdg berduka
Kerna kadang apa yang tampak dimata
Tak menjamin demikian rupanya
Ada kala cinta rindu lebih bermakna lewat doa

Semenjak kepergian mu hari itu
Sejujurnya aku merindukanmu
Meski sesekali dengan tangisan sendu
Ternyata mendokan kebaikanmu ada rasa tenang yg menderu

Tak temu tak tegur sapa
Inilah yg harus kita jaga
Meski aku tak pernah tau akhirnya bagaimana
Ntah rasamu akan tetap ada
Dan rasaku seperti apa?
Ntahlah…
Aku bersyukur keputusan ini
Tak sedikitpun menyakiti
Melihatmu baik dari jauh tiap hari
Itu sudah cukup tenangkaan hati
Tuan..
Aku baik baik saja disini
Jagalah dirimu sendiri
Jika benar engkau untukku nanti
Allah pasti tuntun hatimu melangkah menjemput diri ini
Sekarang aku tenang,aku tak membenci
Jika saatnya tiba ombak rindu akan satukan kita kembali

By @zsoleha

Source: a line account

Comment
Well, gatel aja kalo ga comment. Saya kagum sama orang yang ga kegatelan. Memang, suka dg lawan jenis adalah fitrah manusia. Tapi bukan untuk diumbar. Ada orang yg pacaran lalu dia selalu tagging terus sama pacarnya. Ada orang yg pacaran dan ya udah woles aja, malah keliatan kaya sahabatan aja. Nah, perasaan cinta adalah perasaan yang indah. Kita bisa menikmati perasaan itu dg indah. Malah kadang bertemu atau mendengar namanya saja sudah sangat bahagia. Dan masa itu sudah jauh terlewati. Remember or not itu masa smp-sma. Setelah lulus kuliah, perasaan yang ada adalah rasa serius.
Saat saya ngajar siswa SMP, saya sadar ketika mereka cerita aktivitas pacaran mereka ke saya. Saya sadar mengapa dulu papa saya selalu membatasi hubungan saya dg laki2. Jangankan pacaran, teman lelaki sms atau telfon aja papa udah marah besar. Bagi papa, saya cuma boleh berteman. Ga lebih.
Ajaran papa saya ini masih nempel di benak saya sampe sekarang. Dan saya sadar, papa melarang saya karena papa sayang sama saya. Papa ga mau anaknya dipegang atau diapa-apain sama lelaki yang bukan pasangan sah nya.
Well, ketika ada teman yang berpacaran, saya hanya bisa mengingatkan. Mereka sudah dewasa dan punya hak untuk membedakan yang baik dan buruk.
Pacaran saat ini seperti menjadi jalan untuk melampiaskan hawa nafsu. Padahal tanya hati nurani kita, apa kamu mau dipegang, dipeluk, dicium oleh orang lain? Dia belum tentu jadi pendamping kamu di masa depan. Pendamping yang akan menemani sampai akhirat nanti.
Well, terkait dg rindu. Saya ga pernah rindu dg siapapun. Semenjak saya harus memilih jalan hidup saya di sini. Saya belajar untuk tak punya perasaan apapun. Terlalu sakit untuk jatuh hati. Karena dia pasti akan bertemu dg banyak orang dg kualitas yang lebih. Jadi dari dini saya belajar untuk tak jatuh hati. Dia adalah teman yang kelak akan menjadi imam. Saya memperbaiki diri saya di sini. Dia pun pasti akan begitu.
Entahlah sampai kapan kami akan mempersiapkan diri kami masing-masing. Tanpa perasaan apapun. Tanpa ada perasaan rindu. Hanya doa saja. Doa dan tawakal. Karena Allah yang Maha Tahu baikkah dia untukku. Atau ada yang lebih baik.
Aku menjaga diriku, diapun begitu. Aku punya angan yang ingin terwujud, dia juga sama.
Kami akan fokus, aku dan dia. Tak saling menyapa, tak saling ada rasa. Biarlah. Asal Allah ridho. Bukankah dia yang bilang, bahwa sepasang insan yang belum punya ikatan hanya boleh berdekatan ketika Allah tidak melihat mereka. Well, Allah Maha Melihat, jadi tak ada kesempatan untuk berdekatan sebelum akad.
Woles, woles. Tetap istiqomah, tetap fokus dg cita-cita. Bismillah, semoga Allah segera menyatukan kedua jiwa dalam ridho-Nya dalam keadaan yang tepat dan saat yang tepat. Aamiin.

Hidup, Antara B (Birth) dan D (Death), yaitu C (Choice)

Okay, everybody there whereever you are. good night all.

Back to thing for what I’ve done before. Mungkin kemarin saya melakukan banyaaak kesalahan. Harus berapa kali saya meminta maaf. Kadang saya meminta maaf untuk kesalahan yang ga saya lakukan. Ini semua cuma karena saya merasa ga enak atau merasa bersalah.

Kadang saya ga ngerti betapa banyak orang yang sengaja bikin salah, nyakitin orang lain, bahkan sampe bikin orang lain nangis tapi kok yo cuek aja gitu loh. Hmmm. Astagfirullah, kadang emosi banget deh kalo inget ada orang jahat kaya gitu.

Well, kita harus fokus ya. Fokus!

Kamu tau bahwa Hidup adalah Pilihan? Mungkin hal itu udah sering banget mampir di telinga ya? Ya emang bener banget bahwa hidup adalah pilihan, dan pilihan terbaik adalah menjadi orang baik. Ga tau ya, obrolan kemarin bener2 ngasih inspirasi. Inspirasi untuk menghargai pilihan orang lain.

Ada orang yang well mungkin pekerjaannya sudah mapan, enaklah, di perusahaan asing dengan gaji berkali lipat dari UMR dan dia memutuskan untuk mengambil jalan lain. Banyak yang seperti itu.

Atau ada juga orang yang pintar yang terjamin masa depannya namun dia memilih jalan terjal untuk meraih mimpinya. Ada orang yang punya banyak fasilitas mewah dalam hidupnya, namun dia memilih untuk mencari sepatu miliknya sendiri dan mulai berjalan di atasnya.

Well guys, itulah hidup. Kadang kita ngerasa bahwa pilihan orang lain itu salah, harusnya gini lah gitu lah. Padahal mungkin kita sendiri juga sewot setengah mati kalo ada orang yang berusaha mengintervensi keputusan kita.

Hmmm. Memang begitulah kehidupan. Ga tau nih, bismillah aja. Apakah nanti dyah bakal sukses dengan semua pilihan hidup ini? Well, cuma berharap yang terbaik aja. Kerja keras dan berdoa dengan lebih keras. Hard work will never betray you. Kerja keras ga akan mengkhianati kamu. Plus, teruslah PDKT sama Sang Maha Segala. Allah SWT. Gimana pun juga, apapun pilihan kita, sekuat apapun doa dan usaha kita. Pilihan Allah ga akan pernah salah.

Belajar ikhlas ah, Allah Maha Pengasih kok. Yang penting terus berusaha dan berdoa, hasil biar ditawakalin ke Allah aja. I’ve learn something new again. So I’ll leave the past because the gift is today. That’s why people call it ‘Present’. #Asik 🙂

About Death

You can read from this link.

Gimana, udah baca Webtoon ‘About Death’? At first I read the webtoon because of the Line’s Free Coin.

Cuman buat dapet Free Coin aja dr Line. Tapi cerita-nya mantap sekali. Baru baca 4 episode udah berkaca-kaca.

I’ll summarize the story of 4th episode.

Ada bapak-bapak, dia kebangun, dan ketemu Dewa. Pas bangun si bapak ini menghela nafas kaya orang capek gitu. Kata dewa dia udah mati. Dewa bilang bahwa si bapak ini adalah spesial, meskipun dia ga jarang. Dewa bilang lagi tentang tembakan, si bapak ini bales katanya dia ga pernah pake pistol. Si Dewa minta peluru ke bapak itu, doi nolak dg alasan yang dah disebutin tadi. Si Dewa bilang, coba rogoh saku belakang, taunya ada 2 peluru yang ada tulisan angka 17. Dan akhirnya si Dewa nembak bapak itu, doi kesakitan banget.

Akhir cerita, he’s back to his real life, sitting with his friends while having a break of his work, avoiding a lunch with the friends, still sitting and tearing up holding the photograph of him and his twin sons.

Ada yang mau nganalisis?

Well, ceritanya doi bunuh diri (kasus lu spesial, tapi ga jarang), bunuh diri di Korea bukan hal yang jarang. Tapi doi spesial, dia single parent. Istrinya meninggal 2 tahun lalu. Bapak ini menghela nafas karena mungkin dia lelah. Tapi si dewa bilang ada 2 peluru, peluru kembar dengan tulisan angka 17. Itu umur anaknya. How sad. Jadi bakal ada 2 anak yang sedih pas si bapak itu meninggal. Sedih 😦

Webtoon ini unik deh, mengguncang. Si webtoon ini juga udah completed. Harus buru-buru baca takut keburu diapus, atau diulang kaya orange marmalade. So guys, wajib baca 🙂

Pinned, For… You

Nak, Sebelum Kamu Hidup Bersama Putriku , Mau Kah Kamu Membaca Pesanku Ini?!
.
.
.
.
Untuk orang yang akan menemani putriku, yang akan menua bersama hingga maut datang menjemput.

Halo, nak. Sebelumnya aku tidak pernah bertemu denganmu, tapi aku tahu bagaimana efek kehadiranmu di hidup putriku karena aku melihat ada perubahan di diri putriku. Tahukah kamu kalau dia jadi lebih lama ketika mandi? Aku tahu setiap kali ia membawa berbagai produk kecantikannya masuk ke kamar mandi, dia pasti akan menghabiskan waktu yang lama di kamar mandi. Tahukah kamu dia menghabiskan waktunya di depan laptop untuk belajar membuat masakan kesukaanmu? Satu kali, dua kali, tiga kali dia mencoba dan aku-serta istriku-dan seisi keluarga sering jadi kelinci percobaannya. Tahukah kamu bahwa dia sering grogi sebelum pergi bersamamu? Dia menghabiskan waktu berjam-jam di kamarnya cuma memilih baju terbaik dan dandan secantik mungkin. Padahal menurutku, apapun yang dipakai putriku, ia selalu terlihat cantik. Tahukah kamu bahwa dia sering pulang, masuk ke rumah dengan senyum yang sangat lebar setiap kali pulang dari pergi bersamamu? Senyum itu dulu cuma jadi milikku dan istriku, ketika kami membelikannya boneka kesukaannya. Senyum itu cuma jadi milikku dan istriku ketika ia tampil di pentas sekolah dan berhasil menemukan kami di tengah keramaian.

Aku tidak marah, aku juga tidak iri. Aku tahu suatu hari, momen ini akan datang. Momen dimana aku akan memegang tangannya untuk yang terakhir kali dan menyerahkannya kepadamu. Momen dimana aku akan pensiun jadi pahlawannya dan kamu yang akan menggantikan peranku itu. Walau aku tahu, dia akan selalu menganggapku sebagai pahlawan nomor satu dalam hidupnya. Tapi, percayalah, nak. Dia juga akan mengandalkan dirimu.

Jadi, aku cuma ingin berpesan. Maafkan kalau aku memang cerewet, tapi percayalah, istriku bisa menulis sebuah novel 1.000 halaman dan aku mungkin hanya akan menulis dua sampai tiga halaman saja. Nak, putriku mungkin bukan perempuan paling sempurna yang akan kamu temui di dunia, dia juga bukan perempuan paling cantik yang mungkin hadir di hidupmu. Tapi kamu harus yakin dan percaya sebelum menghabiskan sisa hidupmu bersama dirinya, dia lah satu-satunya perempuan yang memang pas dan cocok untuk hidup bersamamu setiap hari. Yakinkan dirimu bahwa dia satu-satunya perempuan yang bisa membantumu menjadi lelaki yang lebih kuat, lebih baik dan lebih dewasa setiap hari. Aku tahu, hidup kalian nanti tidak akan selalu penuh dengan tawa seperti yang kalian jalani sekarang, tapi aku ingin kalian berdua tetap memegang erat tangan satu sama lain, jangan pernah lepaskan, sehebat apapun badai yang menerpa kalian.

Tolong pertahankan senyum lebar yang selalu ia pasang setelah bertemu dirimu, karena aku dan istriku tidak akan selalu di sana untuk membuatnya tersenyum.

Tolong bantu dia untuk berdiri dan berjalan, bahkan berlari ketika dia terjatuh seperti yang aku dan istriku lakukan ketika dia masih jadi putri kecil kami.

Tolong tegur dan peringati putriku kalau dia memang berjalan ke arah yang salah, seperti yang aku dan istriku lakukan ketika dia salah mengambil jalan dalam hidup.

Yang terpenting, buat putriku selalu merasa dia berada di rumah ketika bersamamu. Tidak ada yang lebih penting selain rumah karena di sana tempat kalian berteduh, berlindung dan berkumpul bersama. Rumah adalah tempat pelarian terakhirmu. Buat dia nyaman, buat dia bahagia karena aku dan istriku tidak akan selalu di sini untuk membahagiakannya. Aku tidak bisa memberikan cinta seperti yang kamu berikan kepadanya, jadi aku yakin kamu punya kemampuan untuk mengerti dirinya.

Baiklah, aku sekarang sudah terdengar seperti istriku. Terima kasih sudah mendengarkan pesan panjangku ini. Aku sudah lebih lega sekarang seraya melihat kalian berdua menua bersama-sama.

Nak tolong jaga Putriku dengan baik..

[REVIEW] BREAKFASTING (IFTHAR) BUFFET AT CLARITY HOTEL BANDUNG

Hotel Clarity Bandung

Olrait, olrait, dan olrait.

Sekarang saya dengan senang hati akan me-review Acara Buka Bersama kantor kemarin di Hotel Clarity. Yup, buka bersama ini diadakan di Hotel Clarity. This was an ifthar buffet, jadi konsepnya adalah All You Can Eat (Except the tools like Spoon, Fork and anything else, hihi).

Yup, pas pertama dateng, kami digiring *uhuk, dirigiring, nidji kali giring* ke Lt. 2 dimana si resto berada. Setelah masuk resto kami dipandu ke meja yang masih available. Nah, sambil nunggu buka, mata saya sudaah menjelajah ke semua penjuru. *haha*

Dengan aba-aba, akhirnya for the first dish I took this:

IMG_20150703_175727
First Dish, Various Sushi(es) and Salad.

Waktu pas adzan, supaya perut ga kaget, saya makan aneka seafood rebus dengan kuah ramen, lumayan, rasa ramennya light, ga terlalu kuat, tapi tetep enak. Yang paling enak adalah si Prawn nya, udangnya fresh banget, kalo cuminya overcooked, karena mungkin terlalu lama ‘berendam’ di mangkok saya yang hangat 🙂

Selanjutnya, untuk ronde selanjutnya saya ambil ini:

IMG_20150703_184659
Waffle with ice cream and some extras…
IMG_20150703_184648
Bebek Peking, Pizza

Suka banget sama Waffle dan Ice Creamnya, rasa Rum Raisinnya original banget. Bebek, saya seneng banget bisa liat bebek di sana. *haha* Karena sebelumnya, saya ingin banget makan bebek, meski cuma sedikit, tapi tetep enak 🙂 Oia, si Pizza ini  baru direfill kemarin, *hihi*, saya langsung ambil aja, meskipun kecil, tapi enak. Sengaja juga saya pilih makanan dengan size small, supaya perut saya cukup 🙂

Okay, babak selanjutnya:

IMG_20150703_190824
Lasagna, Beef, Brocoli
IMG_20150703_190840
Live Pasta Dish – Seafood and White Sauce
IMG_20150703_190849
Mousse Strawberry and Chocolate

Well, it comes to my last dishes, here there were : Live Pasta and Mousse. Asalnya, saya cuma mau ambil cake-cake-an, tapi karena godaan orang2 yang hilir mudik ke booth live pasta, serta aroma wangi dari tumisannya, bikin saya tiba2 ngantri di booth tersebut! Luar biasa! *haha* Lagi-lagi, saya pilih topping berupa seafood dan sedikit pasta, dikit banget loh pasta-nya. Beneran. Terus, buat perasanya, saya pilih White Sauce yang emang cucok banget sama Seafood. Saya juga menerima tawaran additional Black Pepper dan Parmesan, that was a perfect combination!

Butuh banyak perjuangan buat ngabisin Brocoli and the ganks, hiks, untuk rasa, Lasagna-nya cenderung biasa aja. Brocolinya, wellcooked, si daging kerasa bumbunya… Pas makan ini, lidah udah ga terlalu kuat untuk merasakan perbedaan dan perpaduan rasa. *haha*

The last but not least, here are the mousse(s). Dikirain rasa cokelat, taunya kopi, hmm, ga ga enak, biasa aja. Yang rasa Strawberrynya, hmm, ga ga enak, cukuplah.

Sooooo. Tiba saat untuk penjurian….

So the winner yang paling membekas di hati adalah ….

IMG_20150703_184659

Ini mah enak!!! Waffle lembut plus Ice Cream Rum Raisin yang ga bakal bikin saya lupa sama rasanya.

Okay, service memuaskan, rasa saya kasih 80 deh, dan balik ke sana lagi? InsyaAllah karena untuk buffet ini kalo bulan biasa juga ada, untuk hari Jumat dan Sabtu adalah International Buffet, so saya rasa layak dicoba.

Price? Untuk harga saya ga tau, karena ini dibayarin kantor. Kata temen, kalo hari biasa (non Ramadhan – Jumat/Sabtu), si Buffet ini harganya 180ribuan. Kalo hari Minggu/Kamis harganya cuma setengahnya guys. Well, just come if you’re in Bandung ya…

Me and Rain

image
Got from Line Deco

Well, really love standing in the middle of the rain. Enjoying the pouring rain on my head and my skin.

Really love the rain but hate to be wet.

I wanna gaze at everything in front of me. But not really look at it. I wanna look through it. Having no mind when looking through it.

Really wanna wandering to everywhere in my live. Walking alone in the middle of the rainy afternoon. Holding a cup of hot chocolate while walking in my warm coat.

I really wanna meet you. When my hot chocolate cannot be sipped any more. I throw it away from my vision and start to walk and gaze on the street.

Little by little, and when I stop, I see something of you. Really donot wanna close my eyes but I should. I walk again and find you when I lift my head. There is no you. Unfortunately. When is the right time?

Pinned, utk bekal di masa depan :)

# KETIKA ANAK BERTANYA TENTANG ALLAH #

Allah itu Siapa?

Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar.

Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau tahu” alias ignoran, hehehe).

Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH. Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…

Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:

Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Tanya 2: “Bu, Bentuk Allahitu seperti apa?”
Tanya 3: “Bu, Kenapa kita gak bisa lihat Allah?”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Tanya 5: “Bu, Kenapa kita harus nyembah Allah?”

Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”

Jawablah:

“Nak, Allah itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

Tanya 2: “Bu, bentuk Allah itu seperti apa?”

Jangan jawab begini:

“Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu….” karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.

Jawablah begini:

“Adek tahu ‘kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬ا‌ۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِ‌ۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬‌ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ ١١)

[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)
[baca juga Melihat Tuhan]

Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah?“

Jangan jawab begini:

Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Jawaban bahwa Allah itu gaib semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.
Al-Hadid 57) : 3

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.

Apalagi jika kita menggunakan diksi pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.

Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma Nama)-dan Af’al Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad SAW. sekali pun. Hanya Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat.

[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17)
{ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua’lam}

Jawablah begini:

“Mengapa kita tidak bisa melihat Allah?”
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris)
“Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak ‘kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah,melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi,Bagaimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya ‘kan?!”

Atau bisa juga beri jawaban:
“Adek, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit ‘kan?! Nah, kita juga gak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita salat. Allah Mahabesar.”

Bisa juga dengan simulasi sederhana seperti pernah saya ungkap di postingan “Melihat Tuhan”.
Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek ‘kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Sobat setelah itu?

Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara.”

Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”

Jangan jawab begini:

“Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.”

Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip “Allahu Akbar” itu bohong? [baca juga Ukuran Allahu Akbar]

ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ‌ۚ
Dia bersemayam di atas ’Arsy. <– Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yaitu ayat yang wajib dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal makna denotatif dan konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong makna yang konotatif.

Juga jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di mana-mana.”
Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.

Jawablah begini:

“Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada.”
[baca juga Mulai Saat Ini Jangan Sebut-sebut Lagi Yang Di Atas]

“Qalbun mukmin baitullah”, ‘Hati seorang mukmin itu istana Allah.” Hadis)

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah, bahwasanya Aku adalah dekat.(Q.S. Al-Baqarah 2) : 186)

وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ‌ۚ
Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)

وَلِلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجْهُ اللّهِ
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah 2) : 115)

“Allah sering lho bicara sama kita..misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan,..nah, itulah bisikan Allah untukmu, Sayang.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

وَٱللَّهُ يَهۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ
Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213)

Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”

Jangan jawab begini:

“Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga.”

Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka,”Masak sama Allah kayak dagang aja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!”

“Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)

Jawablah begini:

“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau mesti bayar, ‘kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semua untuk kesenangan kita.

Kalau Adek gak nyembah Allah, Adek yang rugi, bukan Allah. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru.”
(Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)
[baca juga Mengapa Allah Menciptakan Makhluk?]

Katakan juga pada anak:

“Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Allah, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?!” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

“Kenapa, Bu?”

“Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Allah tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Allah selalu ada untuk kamu. Nanti, Allah juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu.”

Sumber : Anak Islami