#8

Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?

Ada berapa kali Allah bertanya dalam kitabNya tentang nikmat?
Dalam surat ar-rahman, Allah berulang kali bertanya “Fabiayyiaalaaaaairobbikumaatukadziban?”

Bukan ngeyel ataupun bawel, tapi Allah ingin kita berpikir, nikmat yang manakah yang kita lupakan? Nikmat mana yang kita anggap tak ada?

Sesungguhnya manusia berdusta jika dia bilang kalau dia dilupakan Tuhannya, tak dicintai oleh Tuhannya. Padahal setiap hela nafas manusia adalah berkat kasih sayang Allah swt.

Apakah kamu yang menjamin oksigen bisa kita hirup dalam proses pernafasan kita? Ataukah kamu yang berkuasa mengganti siang dan malam?

Saat hujan, siapa yang bisa menghentikannya jika selain dr ijin Allah?

MasyaAllah sesungguhnya semua atas ijin dan kuasaNya. Bahkan sekarang yang membuat kita memiliki panca indera untuk membaca, menulis, merasakan. Itu semua adalah kuasaNya.

Lalu sayup terdengar suara adzan, dan mulai hati ini gundah “Ah, aku sedang terlelap. Ini kan baru jam setengah lima pagi! Siapa sih yang bikin aku bangun sepagi ini. Huh!” Ditariklah selimut menutupi wajahnya.

Saat siang yang cerah bergemuruh suara adzan dari kejauhan. “Aduh udah adzan lagi, nanti ah makan dulu, nanggung lagi istirahat…. Hai,,, ngobrol yuk”

Tanpa terasa sang waktu mulai lelah dan “Allahu Akbar.. Allahu Akbar!”… “Hah, jam berapa nih? Oh jam 3 lebih. Bentar lagi gue pulang nih! Asharnya sehabis kerja aja nanggung nih kerjaan nunggu.”

Sang waktu pun lelah dan menunggu di penghujung hari, senja mulai tiba “Selamet, selamet! Akhirnya gue pulang juga! Maghriban di rumah deh, capek gue! Maghriban setelah mandi sore aja ntar biar seger!”

Malam pun mulai memeluk, “Hoaaah, akhirnya sampe juga di rumah. Habis mandi eh adzan isya. Nanggung ah, udah capek banget gue. Tiduran dulu.”

Terkadang harimu yang padat membuat kamu lupa akan nikmatnya. Ia yang membuat kamu lupa, atau kamu yang menunda kemudian lupa?

Selama masih sehat di raga, masih muda di jiwa, masih mampu dalam karya mengapa kamu lupa? Maaf, mengapa kamu menunda? Mengapa kamu selalu sigap menjawab telepon dari atasan atau orang yang dicinta? Tapi kamu menunda panggilan sang kuasa? Apa kamu menunggu Dia untuk lebih tegas padamu? Apa kau sanggup? Sahabat, sungguhlah ringan untuk berdiri di lima waktu. Sungguhlah mudah untuk ruku dan sujud padaNya?

Sahabat, mengapa kau bahagia jika dipanggil pujaanmu? Mengapa kau segera ingin menyambutnya? Mengapa kau ingin berlama-lama mengobrol dengannya?

Sahabat, ketika sang pencipta memanggilmu pada lima waktu, apa perasaanmu? Dia penciptamu, dia mengenalmu, dia yang memberimu oksigen, nitrogen dan semua gas yang kau hirup dalam helaan nafasmu. Dia yang mencintaimu, menunggu kau datang dalam setiap panggilannya, menunggu kau mengetuk arsyNya, menunggu kau merintih lirih dalam doa. Allah menunggu untuk mengabulkan semuanya.

Cintai Allah karena dia akan sangat mencintaimu. Kau berjalan saja ke arahnya, Allah akan berlari ke arahmu.

Proud to be moslem because of Allah.
@dkpitaloka (IG, twitter)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s