Catatan petang #1

Pohon pinus di belakang rumah masih tegap berdiri, sungai masih mengalir ke hilir, cemara masih tetap segar dan angin pun setiap saat siap menyapa.

Ini minggu ketiga, tapi sebuah catatan pertama. Ini adalah sejumlah langkah kecil. Entahlah, akankah benar terus menapak ataukah nanti kemudian berhenti. Bukan, bukan berhenti dan mati. Tapi berhenti, berpindah menapaki jalan lain.

Setiap hari, aku belajar ilmu baru. Kuyakin ini rencanaNya untuk terus membimbingku. Ah, Tuhan,, aku sayang padaMu. Robbii, jangan lepaskan aku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s