About me, Dyah Kania Pitaloka.

Halo nama saya Dyah Kania Pitaloka. You can call me Dyah. Anda masuk ke link blog ini pasti karena 3 opsi. Pertama, Anda meng-klik link di about me account facebook saya (it means that you’ve opened my fb account, so you’re my fb friend, or you will add my fb account, or you’re stalker #opsi ke3 ini abaikan #keke). Kedua, Anda tau karena saya yang memberi tahu (it means that you’re my friend, or maybe my acquaintanceย whom i should let you know me). Ketiga, Anda googling di google.com atau google.co.id with keyword “Dyah Kania Pitaloka”. Okay, overall, you’ve found this page. Congrats ๐Ÿ˜€

Lanjut yaa, talking about me, my self, i let you know the story of my name. Dyah Kania Pitaloka. Yap, nama ini sangat terkenal. serius. karena setiap orang yang kenal dengan saya, akan secara ajaib hafal nama lengkap saya. pertama, mungkin karena ada seorang aktris yang sekarang merambah dunia politik yaitu Rieke Dyah Pitaloka. kedua, ada kisah sejarahnya, meski sedih tapi kisah ini happening sekali di pelajaran sejarah anak-anak Indonesia. Kalo anda ga tau, berarti anda ga happening pas belajar sejarah. well, kisahnya seorang putri yang mau dijodohkan dengan seorang pangeran, Hayam Wuruk dari majapahit. Tapi cinta kedua insan ini tak bisa bersatu karena ada keserakahan lain yang akhirnya membuat Dyah Pitaloka membalaskan dendam ayahnya dan berakhir pilu dengan kematian sang putri. nah kisah ini terkenal dengan perang Bubatnya, perang buah batu. Pas banget, saya bersekolah di bubat dulu pas SMA, sebuah sekolah favorit #serius di kota Bandung, #cek fb saya, saya ga mau sombong di sini, #keke.

Well, nama saya terkenal dan saking terkenalnya kalau kamu googling kamu akan bertemu dengan Dyah yang lain. the irony is Dyah Kania Pitaloka is not the one and only name in the world. Ada makhluk lain dengan nama yang sama percis dari awal sampai akhir. Beliau (saya panggil dia teteh karena memang lebih tua 1 tahun 14 hari dari saya) ternyata punya nama itu lebih dahulu dari saya. saya ketemu dia di facebook, saya tau bahwa she already exist di fb karena temen sma saya bilang kalo saya sok eksis di fb pake punya 2 account segala. taunya, accidentally, ga sengaja papa saya tercinta memilihkan nama yang ternyata ga the one and only untuk saya. ga apa-apa, hikmahnya, temen saya nge add si teteh, dan temen si teteh nge add saya. jadi temen kita banyak. alhamdulillah. tapi sayang, kadang jadi pembunuhan karakter juga buat saya, seperti ada yang nyangka saya sok eksis dengan 2 account fb #sepertikatatemensmasaya, ada yang nyangka dulu saya buka kerudung untuk foto fb #dulusitetehbelompakekerudung, ada juga yang nyangka saya udah tunangan #sitetehudahtunangan, alhamdulillah deh ambil sisi baiknya aja, THAT I’M NOT ALONE minimalnya saya punya saudara yang punya nama yang kembar.

okay, then i’ll discuss the meaning of my name. kata papa saya, artinya adalah seorang putri (mungkin karena saya adalah putrinya, atau mungkin karena ada sejarah si putri dyah pitaloka itu) yang bermain di taman, kata papa saya kania berarti taman yang cantik, gatau juga sih ya. di-iya-in aja ya.. but seriously, nama saya memang ada sangkut pautnya dengan kata-kata putri dan cantik #keke. Iya, jadi ceritanya saya dapet web aplikasi yang bisa cari tahu nama jepang kita dengan submit nama indonesia kita. waktu saya submit nama saya, hasil yang keluar adalah:

Yumi Ayumu for Dyah Kania: walk your own way

dan

Yumi Kumiko for Dyah Pitaloka: eternal beautiful child

jadi kalo disatukan maknanya adalahย eternal beautiful child whoย walk her own way. mnurut saya artinya bagus banget. jadi saya sama si tetehdengannamasama itu punya nama dengan arti yang baik. nama adalah doa anyway.

oke, itu adalah seputar nama Dyah Kania Pitaloka. Nama panggilan saya beragam, dari mulai nama panggilan di keluarga, di rumah, di tk, sd, smp, sma, kuliah, dsb. Tapi nama panggilan umum untuk saya adalah Dyah. bisa dek Dyah (di masjid pas sma n kuliah), teh Dyah (di masjid pas sma n kuliah di masyarakat juga), bu Dyah (ditempat ngajar), dan yang paling umum Dyah tanpa embel apa-apa.

Nama panggilan saya di sekolah sejak tk sampai kuliah adalah Dyah. untuk keluarga, nama panggilan saya pipit stand for my last name Pitaloka. kata mama itu nama panggilan dari nenek saya. Saya anak bungsu dari 3 bersaudara, dan saya tidak pernah mendapat panggilan adek, dek, dik, adik dsb. Nama panggilan saya pipit, bahkan karena saya punya adik sepupu yang akrab sedari kecil, maka saya dipanggil teteh yang membuat saya akhirnya merasa bukan sebagai anak bungsu. Saya merasa jadi anak biasa aja, punya kakak dan merasa punya adik.

Untuk teman tk dan sd yang akrab dari kecil, mereka memanggil saya Pipit, tapi kalo di sekolah kan occasion-nya formal jadi mereka memformalkan panggilan menjadi Dyah. Tapi kalo pas main atau ngobrol pasti keluarnya Pipit. Cuma beberapa teman beruntung yang saya perbolehkan memanggil saya Pipit. Selebihnya, maaf saya ga akan nengok kalo dipanggil seperti itu. Soalnya saya kurang seneng dipanggil Pipit oleh orang baru kenal atau bukan keluarga. Bukankah lebih baik kalau kita dipanggil dengan sebutan yang kita senangi?

Oke, selanjutnya di smp n sma. Nah, nama umum masih tetap berlaku. Semua bebas memanggil saya Dyah. Untuk teman dekat, se geng pulang bareng, makan bareng, les bareng dll. diperkenankan manggil saya dengan sebutan singkat ‘dy’. itu supaya hemat di-sms. jadi cuma ketik 2 huruf ‘dy’. Nah, pas sma panggilan ‘dy’ masih berlaku untuk teman se geng. Soalnya emang nyaman dipanggil itu. Singkat, padat, dan jelas. Tapi berhubung saya adalah sahabat miss kosakata dan sering bikin kata-kata sigkatan2 gitu di kelas, beberapa temen akrab saya manggil saya dy-se. dulu pas sma saya sering banget nempelin imbuhan se #wellthisstandsforsekali disetiap akhir kata yang saya sebutkan. contohnya, ih hause = ih haus sekali #keekeekee.

Berlanjut kuliah, nama umum saya, dyah, masih berlaku. berlaku untuk semua kalangan. FYI di kelas ada 2 nama Dyah. Sebagai pembeda, teman saya ini punya panggilan akrab yakni Dychan. Selain itu di kelas sebelah ada juga another Dyah yang nama panggilannya Wita. Karena the two girls ini punya nama panggilan tersendiri, maka everyone can be free to call me Dyah. Dijamin ga akan salah sambung. Singkat cerita, saya berteman akrab dengan banyak pribadi di kelas. Dan salah satu teman memanggil saya dengan certain name. Dia selalu menambahkan huruf ย ‘o’ dibelakang nama. Nah, pas dia panggil saya Dyah + o = Dyaho, saya pikir it doesn’t matter. Saya suka dengan nama itu. So everyone in my class dan beberapa teman lain dari luar kelas can feel free to call me Dyaho. Sekali lagi, ini khusus di kelas saya n anak sastra inggris lain yang akrab sama saya. Kalo orang di luar komunitas manggil saya dengan nama itu saya agak kurang sreg gitu, dan males untuk nanggepinnya.

Lalu Anda ingin panggil saya dengan nama apa? Bebas, pilih aja. dengan persyaratan sebagai berikut:

1. Kalau Anda adalah keluarga, sila panggil saya Pipit.

2. Kalau Anda adalah teman tk dan sd yang akrab banget sama saya atau tetangga masa kecil saya, sila panggil saya Pipit.

3.ย Kalau Anda adalah teman se geng pas smp n sma, sila panggil saya Dy.

4.ย Kalau Anda adalah teman se kuliah se DKM, sila panggil saya Dy.

5.ย Kalau Anda adalah teman se kelas pas kuliah, sila panggil saya Dyaho.

Kalo bukan bagian dari itu semua, saya rasa Dyah is enough ๐Ÿ˜€

Oke, menurut saya enough for the history of my name. Sampai bertemu di about me yang lainnya ๐Ÿ˜€

Annyeong gaseyo ๐Ÿ™‚

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s