Haebaragi Story

 

Image

 

Haebaragi atau Bunga Matahari atau Sun Flower adalah salah satu jenis bunga. Tapi kenapa yaa selalu ada kata matahari yang mengiringi bunga manis kaya manfaat ini? Apa benar, ada kaitan tersendiri antara bunga ini dengan sang bintang raksasa matahari? Yuk, kita intip sedikit mitos tentang bunga ini.

Tersebutlah sebuah kisah Apollo Sang Dewa matahari yang jatuh cinta pada seorang gadis, manusia biasa. Sang Dewa yang dimabuk asmara menjadi lupa akan tugasnya. Tugas sebagai sang penerang dunia. Karena keteledorannya dunia diambang kehancuran. Para makhluk di bumi kebingungan karena kehilangan cahaya, kehilangan penerangnya. Tumbuh tumbuhan menjadi layu. Bumi di selimuti dengan kedinginan dan kegelapan. Semua berdoa, memohon, berharap agar sang Dewa kembali.

Zeus Raja para Dewa menjadi berang melihat ulah Apollo ini. Dia memperintahkan Artemis Dewa pemburu dan si pemanah ulung untuk membawa Apollo kehadapannya, dan jika Apollo memberontak Artemis berhak untuk memberikan hukuman pada Apollo.

Artemis pergi menjemput Apollo. Seperti dugaan Zeus, Apollo hendak memberontak. Artemis siap melepaskan anak panahnya. Namun sesuatu terjadi, si gadis manusia itu membujuk Apollo. Dia membujuk sang Dewa untuk pergi bersama Artemis. Si gadis berjanji pada Apollo akan menunggu sampai sang Dewa kembali. Akan menunggu selalu, hingga tiba saat mereka bisa bersama. Hati sang Dewa meluluh, diapun pergi bersama Artemis. Pergi meninggalkan kekasihnya tercinta. 

Dunia selamat dari kehancuran, Sang Dewa Matahari kembali pada tugasnya sebagai penerang dunia. Zeus menghukum Apollo untuk tetap berada di singgasananya, di kerajaan Cahaya. Lalu bagaimana dengan si gadis???

Seperti janjinya pada Sang Dewa, si gadis terus menunggu. Setiap hari saat matahari terbit, si gadis melihat ke arah timur menyaksikan Matahari muncul, berharap dapat melihat kekasih hatinya. Pada saat siang si gadis mendongakkan wajahnya ke atas, masih berharap. Hingga saat matahari terbenampun si gadis masih menunggu, mencari ke arah barat. Begitu terus hingga akhirnya tubuh si gadis dimakan usia dan waktu. Berbeda dengan Dewa, manusia tetaplah manusia. Hingga pada saatnya tubuh si gadis melemah dan akhirnya meninggal dunia.

Apollo yang meilhat kematian kekasihnya tak berdaya. Dia memohon pada Zeus untuk melepaskannya, agar dia dapat menyentuh jasad kekasihnya untuk terakhir kali. Zeus berkeras untuk tidak melepaskan Apollo kedua kalinya. Sebagai gantinya diatas pusara si gadis, Zeus menaburkan benih kehidupan. 

Dan keajaiban pun terjadi. Diatas pusara itu tumbuh tanaman yang mempunyai warna dan bentuk seperti Matahari. Anehnya tanaman ini selalu melakukan apa yang gadis lakukan semasa hidupnya. Melihat bunga matahari.. Seakan gadis kekasih Apollo masih hidup dan mengharapkan kedatangan sang Dewa..
Tanaman itu lah yang sekarang kita kenal sebagai Bunga matahari.. Bunga yang selalu “setia menanti”

So, memang beberapa mitos mengaitkan bunga ini dengan Matahari. Kisahnya pun selal menunjukkan kesetiaan sang bunga pada matahari. Pada kenyataannya memang, bunga matahari sangat setia memandang matahari. Dari timur ke barat. Dari fajar menuju senja. Sedikit petikan hikmah dari bunga cantik ini adalah..

“menjadi seseorang yang bermanfaat dan menjadi orang yang setia”

that’s why i love HAEBARAGI 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s